Example 728x250

Welduline Tegaskan Bunda Literasi Bukan Sekadar Gelar: Jangan Biarkan Anak Tumbuh Tanpa Mengenal Buku

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG – Bunda Literasi Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, mengukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026. Pengukuhan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat gerakan literasi sekaligus mendorong budaya membaca hingga tingkat keluarga dan desa.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Selasa (15/9/2026).

Dalam sambutannya, Welduline menegaskan bahwa posisi Bunda Literasi bukan sekadar gelar seremonial. Peran tersebut merupakan amanah untuk menggerakkan masyarakat agar semakin dekat dengan buku, pengetahuan, dan budaya membaca.

“Hari ini bukan sekadar tentang pengukuhan sebuah peran. Hari ini adalah tentang sebuah amanah. Amanah untuk menyalakan cahaya ilmu, menumbuhkan kecintaan membaca, dan yang paling penting, ikut menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing,” ujar Welduline.

Menurut dia, keberhasilan gerakan literasi tidak dapat hanya diukur dari jumlah kegiatan yang digelar atau banyaknya koleksi buku di perpustakaan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana gerakan tersebut mampu menyentuh masyarakat dan membangun kebiasaan membaca, terutama di kalangan anak-anak.

Karena itu, ia meminta para Bunda Literasi Kecamatan memulai gerakan dari lingkungan terdekat.

Langkah tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan buku di rumah, membangun kebiasaan membaca bersama keluarga, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang ramah dan menyenangkan bagi anak.

“Jangan biarkan ada anak yang tumbuh tanpa mengenal buku, jangan biarkan ada desa yang tidak memiliki ruang belajar, dan jangan sampai ada generasi yang memiliki akses teknologi tetapi kehilangan kemampuan untuk memilih informasi dan berpikir kritis,” tegasnya.

Welduline menilai gerakan literasi tidak akan berkembang apabila hanya dibebankan kepada pemerintah. Penguatan budaya membaca membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Kolaborasi diperlukan antara pemerintah kecamatan dan desa, sekolah, perpustakaan, organisasi perempuan, komunitas, guru, orang tua, hingga masyarakat secara luas.

Para Bunda Literasi Kecamatan pun diminta tidak sekadar menjalankan kegiatan formal, tetapi mampu melahirkan program yang kreatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing.

“Masyarakat yang gemar membaca akan memiliki wawasan, masyarakat yang memiliki wawasan akan mampu berpikir, dan masyarakat yang mampu berpikir akan mampu menentukan masa depannya sendiri,” katanya.

Selain mendorong budaya membaca di lingkungan keluarga dan desa, Welduline juga meminta keberadaan pojok baca di lingkungan perangkat daerah maupun kantor kecamatan.

Menurut dia, penyediaan pojok baca tidak harus membutuhkan anggaran besar. Fasilitas sederhana dapat dimanfaatkan selama mampu menciptakan ruang yang nyaman dan mudah diakses masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap sektor pendidikan di seluruh kecamatan. Para camat diminta turut memantau kondisi sekolah, proses pembelajaran, hingga kehadiran tenaga pendidik.

Hal tersebut dinilai penting agar pelayanan pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Seruyan tetap berjalan optimal.

Kepada Bunda Literasi Kecamatan yang telah dikukuhkan, Welduline meminta amanah tersebut dijalankan secara sungguh-sungguh dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Ia berharap para Bunda Literasi mampu menjadi motor penggerak budaya membaca dari tingkat keluarga hingga masyarakat.

“Saya percaya apabila para Bunda Literasi Kecamatan bergerak dengan hati, maka cahaya literasi akan menyala dari rumah ke rumah, dari sekolah ke sekolah, dari desa ke desa, hingga menerangi seluruh Kabupaten Seruyan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pengukuhan tersebut harus menjadi titik awal untuk memperkuat gerakan literasi di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan.

“Mari kita bergandengan tangan, satukan langkah, kita nyalakan semangat membaca, dan mari kita wariskan kepada anak-anak kita. Menanam hari ini untuk memanen masa depan,” pungkasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga diserahkan reward kepada pengunjung perpustakaan teraktif Tahun 2026. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang aktif memanfaatkan layanan perpustakaan sekaligus menjadi dorongan agar budaya membaca semakin tumbuh di Kabupaten Seruyan.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page