MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan mulai mengambil langkah antisipasi menyikapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, terutama menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat serta aktivitas anak-anak di luar rumah.
Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bachrun Abbas, menegaskan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan camat, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan untuk menentukan langkah penanganan dampak kabut asap, termasuk kemungkinan mengubah sementara kegiatan belajar mengajar menjadi sistem daring.
Pernyataan tersebut disampaikan Bachrun Abbas saat menanggapi imbauan Camat Seruyan Raya terkait kondisi kabut asap yang melanda wilayahnya, Rabu (2/9/2026).
“Kami akan koordinasikan dengan camat, dengan Dinas Pendidikan dan juga Dinas Kesehatan. Karena terkait asap, dampaknya ke kesehatan. Jadi kami akan koordinasikan dengan kawan-kawan didinas kesehatan,” kata Bachrun Abbas saat diwawancarai awak media ini.
Menurutnya, keputusan mengenai pembatasan aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak, akan melihat hasil evaluasi dan kajian dari Dinas Kesehatan. Jika kualitas udara dinilai sudah tidak sehat untuk aktivitas di luar rumah, Pemkab Seruyan akan mempertimbangkan penerapan pembelajaran secara daring.
“Kalau nanti Dinas Kesehatan memandang bahwa kondisi udara memang tidak sehat untuk aktivitas kegiatan di luar rumah, nanti kami akan koordinasikan bahwa kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Kita lihat evaluasi dari Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Abbas mengungkapkan, kondisi di wilayah Kuala Pembuang saat ini relatif masih aman. Salah satu faktornya karena kawasan pesisir masih mendapat pengaruh angin laut yang membantu mengurangi konsentrasi asap.
“Untuk daerah Kuala Pembuang relatif aman. Walaupun terjadi kebakaran atau kabut asap, masih teratasi oleh angin laut. Tetapi kita tetap memonitor semua daerah,” ujarnya.
Namun, kondisi berbeda dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah bagian tengah Seruyan, khususnya kawasan transmigrasi. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, jarak pandang di beberapa lokasi disebut sangat terbatas.
“Informasi daerah tengah, trans, jarak pandang ada yang satu meter,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jarak pandang yang sangat pendek tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pemkab Seruyan menegaskan penanganan kabut asap tidak hanya berfokus pada pemadaman karhutla, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dari dampak yang ditimbulkan.
Abbas mengatakan aspek kesehatan dan keselamatan akan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan, termasuk kemungkinan pembatasan aktivitas anak-anak di luar rumah.
“Kami pantau dari keselamatan dan kesehatan, itu yang menjadi prioritas terkait kabut asap ini,” tegasnya.
Jika hasil telaah Dinas Kesehatan menunjukkan kondisi udara membahayakan bagi masyarakat, Pemkab Seruyan tidak menutup kemungkinan mengeluarkan surat atau instruksi resmi mengenai pembatasan aktivitas di luar rumah.
“Bagaimana aktivitas anak-anak di luar rumah, kalau memang harus dibatasi, nanti kami akan membuat surat atau instruksi untuk dibatasi. Kita lihat nanti telaah dari Dinas Kesehatan,” jelas Bachrun.
Pemkab Seruyan pun memastikan pemantauan terhadap kondisi kabut asap akan terus dilakukan di seluruh wilayah. Pemerintah tidak ingin menunggu kondisi memburuk sebelum mengambil langkah perlindungan terhadap masyarakat.
Untuk sementara, kawasan Kuala Pembuang dan wilayah pesisir disebut masih relatif aman. Namun, perkembangan kondisi di wilayah tengah Seruyan tetap menjadi perhatian serius, terutama apabila kabut asap semakin tebal dan jarak pandang terus menurun.
Pemkab Seruyan menegaskan keputusan terkait aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar akan dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan serta hasil evaluasi Dinas Kesehatan.
Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah ancaman kabut asap karhutla.(*As)













