Example 728x250

Kepala pelaksana BPBD Seruyan Agus  Supriadi Ungkap 206 Karhutla, 653 Hektare Lahan Terbakar

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan Agus Supriadi, S.Pi., M.M.,

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Hingga awal September 2026, sebanyak 206 kejadian karhutla telah ditangani dengan total luas lahan terbakar mencapai 653 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan Agus Supriadi, S.Pi., M.M., mengatakan kejadian karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur.

“Untuk kejadian paling banyak memang berada di Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur,” kata Agus saat ditemui awak media ini, Rabu (2/9/2026) sore.

Menurut Agus, tingginya jumlah kejadian tersebut menjadi perhatian BPBD bersama seluruh unsur terkait. Penanganan karhutla dilakukan tidak hanya ketika api sudah muncul, tetapi juga melalui penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini.

“Setiap titik api harus segera ditangani. Titik api yang terlambat ditangani dapat berkembang dan menyebabkan kebakaran meluas serta meningkatkan luasan lahan yang terdampak,” tegas Agus.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD bersama unsur terkait terus melakukan patroli dan pemantauan di wilayah yang dinilai rawan karhutla. Pemantauan hotspot juga diperkuat, terutama di daerah dengan tingkat kejadian kebakaran yang tinggi.

Dalam penanganan karhutla, BPBD Seruyan berkoordinasi dengan sejumlah unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran (Damkar), pemerintah desa, perusahaan, hingga masyarakat.

Menurut Agus, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api.

Dengan informasi yang lebih cepat diterima, petugas dapat segera bergerak melakukan penanganan sehingga kebakaran tidak berkembang dan meluas.

Selain mengandalkan petugas di lapangan, Agus juga meminta masyarakat ikut berperan dalam upaya pencegahan karhutla.

“Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di sekitar wilayahnya,” tambahnya.

Catatan 206 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 653 hektare menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Seruyan.

Agus mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi karhutla masih harus diwaspadai. Pemerintah daerah bersama tim gabungan pun terus melakukan pemantauan dan patroli untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Menurut dia, penanggulangan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas pemadam.

“Penanggulangan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan. Peran masyarakat, pemerintah desa, dunia usaha, serta seluruh unsur terkait juga diperlukan untuk mencegah kebakaran sejak dini,” jelas Agus.

Ia menambahkan, pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko meluasnya kebakaran.

Hingga awal September 2026, BPBD Seruyan bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan, patroli, serta penanganan terhadap kejadian maupun potensi karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page