MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan.
Ancaman gangguan pernapasan akibat paparan asap mendorong pemerintah daerah memperkuat layanan kesehatan, termasuk menyediakan oksigenasi gratis bagi masyarakat yang mengalami sesak napas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, dr. Riza Syahputra, M.A.P., mengatakan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan telah menyiapkan layanan rumah oksigen atau oksigenasi untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, termasuk keluhan sesak napas akibat paparan asap karhutla.
“Untuk masyarakat yang terkena sesak napas akibat kabut asap, bisa datang ke UGD atau tempat-tempat khusus yang ada di Puskesmas. Itu tidak dikenakan biaya, alias gratis,” tegas Riza saat ditemui awak media diruangan kerja.
Riza memastikan masyarakat yang datang dengan keluhan akibat kabut asap akan mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatan mereka.
Selain layanan oksigen, tenaga kesehatan juga akan memberikan obat-obatan yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
“Di sana kita akan memberikan penanganan secara gratis dengan memberikan oksigen dan obat-obatan yang diperlukan,” jelasnya.
Menurut Riza, penyediaan layanan tersebut merupakan langkah antisipasi agar masyarakat tidak terlambat mendapatkan pertolongan ketika mengalami gangguan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.
Dinas Kesehatan Seruyan juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kabut asap. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya kegiatan yang tidak mendesak.
“Dalam keadaan kabut asap dampak dari karhutla ini, agar masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah yang sifatnya tidak urgent dan sebaiknya menggunakan masker jika keluar,” kata Riza.
Ia juga meminta masyarakat yang mulai merasakan gangguan pernapasan segera mendatangi fasilitas kesehatan. Jangan menunggu kondisi memburuk sebelum mencari pertolongan.
“Bagi masyarakat yang terkena sesak napas, silakan datang ke sarana kesehatan di pelayanan kami, di rumah oksigen atau oksigenasi yang sudah kami sediakan di beberapa daerah di Kabupaten Seruyan,” ujarnya.
Namun, upaya memperkuat pelayanan kesehatan di Seruyan menghadapi tantangan serius. Luas wilayah dan kondisi geografis menjadi kendala tersendiri dalam menjangkau masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan pedalaman.
Jarak antara permukiman dengan fasilitas pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah cukup jauh sehingga membutuhkan waktu tempuh yang tidak sebentar.
“Di segi pelayanan tersebut kami memiliki suatu kendala, terutama letak geografis kita. Untuk menuju ke tempat tersebut agak jauh dan memakan waktu agak lama,” ungkap Riza.
Karena itu, masyarakat di wilayah hulu maupun hilir diarahkan memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan.
Untuk wilayah hulu, masyarakat dapat mengakses pelayanan melalui Rumah Sakit Hanau. Sementara masyarakat di wilayah hilir dapat memanfaatkan pelayanan di Rumah Sakit Kuala Pembuang.
Riza mengatakan Dinas Kesehatan terus melakukan pemenuhan fasilitas kesehatan secara bertahap. Penguatan dilakukan tidak hanya pada sarana dan peralatan medis, tetapi juga tenaga kesehatan.
“Kami sudah berusaha melengkapi semuanya, baik dari tenaga kesehatan juga alat kesehatannya secara bertahap,” katanya.
Di tengah ancaman kabut asap karhutla, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan ketika kualitas udara memburuk.
Dinas Kesehatan Seruyan pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker ketika harus keluar rumah, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya.
Layanan oksigenasi gratis yang disiapkan pemerintah diharapkan menjadi salah satu benteng pelayanan kesehatan untuk mencegah dampak kabut asap berkembang menjadi gangguan pernapasan yang lebih serius.(*As)













