MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, mengikuti Zoom Meeting yang dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, terkait langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta antisipasi dampak fenomena El Nino, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Video Conference Persemaian Permanen Tumbang Nusa dan Campeat KHDTK Tumbang Nusa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi meningkatnya Karhutla selama musim kemarau.
Zoom Meeting diikuti jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari berbagai wilayah di Indonesia.
Di Kalimantan Tengah, Gubernur Agustiar Sabran didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Kabinda Kalteng Marsma TNI Muhammad Nur, Bupati Pulang Pisau, Dandim 1011/Kuala Kapuas, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan salah satu prioritas nasional yang memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri.
Ia menyebutkan, prediksi meningkatnya potensi Karhutla akibat fenomena El Nino yang bertepatan dengan puncak musim kemarau pada periode Juli hingga September 2026 mengharuskan seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
“Seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat deteksi dini titik api, mengoptimalkan fungsi monitoring center, serta mempererat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah,” tegas Wakapolri.
Selain arahan Wakapolri, pertemuan tersebut juga menghadirkan paparan dari Wakil Menteri Kehutanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta Asisten Operasi (Astamaops) Kapolri.
Berbagai materi yang disampaikan meliputi perkembangan terkini kondisi Karhutla di Indonesia, strategi mitigasi dampak El Nino, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, perlindungan ekosistem gambut, kesiapan penanggulangan bencana, hingga simulasi awal dalam menghadapi potensi krisis akibat perubahan iklim.
Usai mengikuti kegiatan, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat dalam pencegahan dan penanganan Karhutla melalui langkah-langkah preventif, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan seluruh instansi terkait,” ujar Gubernur.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat serta dunia usaha.
Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi faktor penting untuk menekan risiko kebakaran, khususnya pada musim kemarau yang diperkirakan lebih kering akibat pengaruh El Nino.
Melalui arahan yang disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta mempercepat langkah-langkah pencegahan dan penanganan Karhutla guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah. (red)













