MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah dengan meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menhut didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Turut hadir Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan, Pangdam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin, serta Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.
Di lokasi, Menhut bersama Gubernur dan jajaran meninjau kondisi kawasan yang terdampak karhutla sekaligus melihat secara langsung upaya pengendalian yang dilakukan petugas di lapangan. Menhut juga turut membantu proses pemadaman api bersama personel yang bertugas.
Penanganan karhutla di Kalteng dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari pemadaman di lokasi hingga dukungan operasi modifikasi cuaca. Upaya pencegahan dan penindakan juga terus diperkuat, termasuk penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Raja Juli Antoni mengapresiasi kesiapsiagaan serta kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, pengendalian karhutla membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, relawan, dan masyarakat.
Selain penanganan ketika kebakaran terjadi, Menhut menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak dini. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah munculnya titik api, terutama pada musim kemarau.
Dalam kesempatan tersebut, Menhut juga memberikan apresiasi kepada Rudiansyah, seorang relawan yang ikut membantu pemadaman karhutla dengan mengenakan kostum superhero.
Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, dalam membantu menjaga lingkungan dan mendukung upaya pengendalian karhutla.
Kunjungan Menhut ke lokasi karhutla di Petuk Ketimpun menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
Melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, upaya penanganan karhutla diharapkan dapat berjalan lebih optimal sekaligus mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat. (red)













