MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Ampera A.Y. Mebas, mendorong optimalisasi pembagian dividen Bank Kalteng guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dalam APBD 2027.
Ampera mengatakan, penyertaan modal pemerintah daerah pada Bank Kalteng masih menjadi salah satu komponen utama dalam pos kekayaan daerah yang dipisahkan sebagaimana tercantum dalam KUA-PPAS APBD 2027. Karena itu, peningkatan kinerja bank daerah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak lebih besar terhadap penerimaan daerah.
“Karena di KUA-PPAS 2027, komponen kekayaan daerah yang dipisahkan masih didominasi penyertaan modal di Bank Kalteng. Makanya kami berharap peningkatan kinerja bank juga berdampak pada kenaikan penerimaan daerah,” katanya di Palangka Raya, Jumat.
Menurutnya, berdasarkan pembahasan yang dilakukan bersama pihak Bank Kalteng beberapa waktu lalu, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi bank tersebut terhadap kas daerah, salah satunya melalui optimalisasi pembagian dividen.
Ampera menyebutkan, pihaknya juga memperoleh informasi mengenai adanya peningkatan proyeksi pendapatan Bank Kalteng dibandingkan dengan perencanaan sebelumnya. Kondisi tersebut, menurut dia, dapat menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperoleh penerimaan yang lebih besar dari hasil penyertaan modal.
“Informasi yang kami terima, target pendapatannya meningkat hingga sekitar Rp100 miliar. Karena itu kami berharap dividen yang dibagikan bisa mencapai 100 persen seperti yang pernah dilakukan pada 2021,” ujarnya.
Dia menjelaskan, selama ini tidak seluruh laba Bank Kalteng dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Sebagian laba masih dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha bank.
“Selama ini dividen yang dibagikan sekitar 70 persen, sedangkan sisanya ditahan sebagai tambahan modal Bank Kalteng,” katanya.
Ampera menilai kebijakan pembagian dividen perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan penguatan permodalan Bank Kalteng dan kepentingan pemerintah daerah dalam meningkatkan penerimaan. Dengan demikian, peningkatan kinerja perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi daerah.
Menurut dia, peningkatan dividen juga berpotensi memperluas ruang fiskal pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Target itu menjadi harapan kami untuk APBD 2027. Dari hasil pembahasan yang disampaikan eksekutif, pendapatan Bank Kalteng sudah menunjukkan peningkatan sehingga kami optimistis kontribusinya terhadap daerah juga bisa lebih besar,” pungkasnya. (red)













