Palangka Raya, Monitorkalteng.co.id — Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner agar tetap menjaga standar mutu dan keamanan pangan selama bulan Ramadan.
Menurutnya, meningkatnya permintaan makanan dan minuman saat Ramadan harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam menjaga kualitas produk yang dijual kepada masyarakat.
“Momentum Ramadan memang menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan. Namun pelaku usaha tetap harus mengutamakan kualitas dan keamanan pangan demi melindungi konsumen,” ujarnya, Kamis 19 Februari 2026.
Ia menegaskan, bahan baku yang digunakan untuk membuat aneka takjil, kue, dan minuman berbuka harus dipastikan dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Penggunaan bahan yang tidak sesuai standar, lanjutnya, dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
“Pastikan seluruh bahan yang digunakan aman dan tidak mengandung zat berbahaya. Jangan sampai karena ingin meraih keuntungan lebih, justru mengorbankan kesehatan konsumen,” tegasnya.
Khemal juga mengingatkan agar pelaku UMKM lebih teliti dalam memeriksa masa kedaluwarsa bahan baku, seperti santan, tepung, gula, maupun bahan olahan lainnya. Ia menilai, kelalaian dalam hal tersebut bisa menimbulkan risiko kesehatan dan menurunkan kepercayaan masyarakat.
“Periksa selalu tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan. Meski terlihat masih bagus, belum tentu aman jika sudah melewati batas waktu konsumsi,” katanya.
Ia berharap seluruh pelaku UMKM di Kota Palangka Raya dapat menjaga kepercayaan konsumen dengan menghadirkan produk yang higienis dan berkualitas, sehingga suasana Ramadan benar-benar membawa keberkahan bagi pedagang maupun masyarakat. (Redaksi)













