MONITOR KALTENG, JAKARTA — Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda meminta perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Seruyan memperkuat pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) agar selaras dengan agenda pembangunan daerah. Permintaan itu disampaikan saat membuka Forum TJSLP Kabupaten Seruyan Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Forum tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, Forum TJSLP, serta perwakilan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di Kabupaten Seruyan.
Dalam sambutannya, Ahmad Selanorwanda mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan sejumlah prioritas pembangunan. Prioritas itu meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan.
Menurut dia, pencapaian target pembangunan tidak dapat mengandalkan pemerintah semata. Keterlibatan sektor swasta melalui program TJSLP dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Program TJSLP diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pencapaian prioritas pembangunan Kabupaten Seruyan. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ahmad Selanorwanda.
Ia menjelaskan, Forum TJSLP dibentuk sebagai ruang komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha.
Melalui forum itu, program tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Langkah tersebut ditempuh melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penyederhanaan perizinan, transparansi, serta kepastian hukum bagi pelaku usaha.
Ahmad Selanorwanda mengingatkan agar perusahaan tidak memandang TJSLP hanya sebagai kewajiban administratif. Menurut dia, program tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk kontribusi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap Forum TJSLP menghasilkan kesepakatan, komitmen, dan rencana tindak lanjut yang dapat segera direalisasikan sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Seruyan.
Pemerintah Kabupaten Seruyan menilai sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing daerah.(*As)













