MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA — Pemerintah Kota Palangka Raya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi. Sebanyak 6.000 paket kebutuhan pokok digelontorkan melalui operasi pasar murah yang digelar serentak di 10 titik wilayah Kota Palangka Raya, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Kapolresta Palangka Raya dan unsur Forkopimda. Salah satu lokasi pelaksanaan dipusatkan di Eks Terminal Mihing Manasa, depan UPT Puskesmas Pahandut, Kelurahan Pahandut.
Fairid mengatakan pasar murah tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan daya beli masyarakat.
“Hari ini jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya bersama unsur Forkopimda melaksanakan operasi pasar dengan melakukan pasar murah di 10 titik. Hal ini kami lakukan masih dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, kemudian komitmen pemerintah bersama-sama Forkopimda menjaga inflasi maupun stabilitas harga bahan pokok di masyarakat,” ujar Fairid.
Setiap paket pasar murah berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng premium 1 liter dan gula pasir 1 kilogram.
Masyarakat cukup menebus paket tersebut dengan harga Rp75 ribu. Sementara nilai kebutuhan pokok dalam satu paket mencapai sekitar Rp119 ribu.
Dengan skema subsidi tersebut, masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah nilai normal
Sebanyak 6.000 paket tersebut didistribusikan ke sejumlah kelurahan dan kawasan di Kota Palangka Raya.
Wilayah yang menjadi sasaran pasar murah antara lain Kelurahan Pahandut, Marina Permai, Kecipir, Kereng Bangkirai, Mandawai, Bereng Bengkel, Kameloh Baru, Danau Tundai, Bukit Tunggal dan Kalibata.
Kelurahan Pahandut menjadi salah satu wilayah dengan alokasi besar, yakni sebanyak 1.800 paket. Distribusinya menyasar sejumlah kawasan, mulai Jalan Kalimantan, Jalan Sumatra, Pelabuhan Rambang, kawasan pabrik tahu hingga sekitar bandara.
Sementara Kelurahan Langkai mendapat 950 paket, Panarung 900 paket, Kereng Bangkirai 450 paket dan Kelurahan Palangka sebanyak 1.000 paket.
Alokasi paket lainnya disebar ke wilayah seperti Marina Permai, Kecipir, Mandawai, Bereng Bengkel, Kameloh Baru, Danau Tundai, Bukit Tunggal dan Kalibata hingga total mencapai 6.000 paket.
Pemkot Palangka Raya juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fairid menyebut kawasan seperti Sebangau, Danau Tundai dan Kameloh Baru turut menjadi sasaran pelaksanaan pasar murah.
“Di daerah yang terdampak lokasi karhutla, di situ juga khusus kami mengadakan kegiatan yang sama. Contohnya Sebangau, Danau Tundai, Kameloh,” ungkapnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat yang menghadapi tekanan akibat kondisi kemarau dan dampak kebakaran lahan terhadap aktivitas sehari-hari.
Dengan distribusi 6.000 paket di sejumlah titik, pasar murah tersebut tidak sekadar menjadi agenda peringatan HUT Kemerdekaan RI. Pemerintah menjadikannya sebagai intervensi langsung untuk menahan tekanan harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Harga tebus Rp75 ribu diharapkan membuat manfaat subsidi kebutuhan pokok dapat dirasakan langsung warga, sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan dan mengendalikan inflasi di Kota Palangka Raya.
(Redaksi/Gunawan)













