MONITOR KALTENG,KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara berlebihan atau panic buying.
Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, khususnya jenis Pertalite, di tengah antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Seruyan melalui Surat Edaran Nomor 1495 Tahun 2026 tentang imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak secara berlebihan (panic buying).
Pemerintah Kabupaten Seruyan menyatakan telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga terkait kondisi ketersediaan dan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Seruyan.
Hasil koordinasi tersebut memastikan penyaluran BBM pada SPBU tetap dilakukan sesuai ketentuan dan jadwal distribusi yang telah ditetapkan
Pemkab Seruyan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Setiap informasi mengenai kondisi BBM diminta dipastikan berasal dari sumber resmi.
Pemkab Seruyan menegaskan masyarakat tidak perlu membeli BBM bersubsidi dalam jumlah berlebihan. Pembelian secara berulang dan penimbunan dinilai justru dapat mengganggu distribusi serta memicu kelangkaan di lapangan.
Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan secara wajar dan tidak melakukan penimbunan dalam bentuk apa pun.
Selain itu, Pemkab mengingatkan warga agar melakukan pembelian BBM hanya di SPBU resmi dan tidak membeli dalam jumlah yang melebihi kebutuhan untuk kemudian dijual kembali.
Bagi masyarakat yang menemukan dugaan penimbunan, penyalahgunaan, atau penyelewengan BBM bersubsidi, pemerintah membuka ruang pelaporan kepada aparat desa atau kelurahan, kecamatan, maupun Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Seruyan.
Pelaporan juga dapat dilakukan melalui Hotline Pertamina 135 agar dugaan pelanggaran dapat segera ditindaklanjuti dan dilakukan pengecekan di lapangan
Pemkab Seruyan juga meminta masyarakat ikut menyebarluaskan informasi yang benar kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kepanikan akibat informasi yang tidak jelas sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
Pemerintah menegaskan, ketersediaan BBM bersubsidi harus dijaga bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan berlebihan yang justru dapat merugikan pengguna BBM lainnya.
Dengan koordinasi bersama Pertamina dan pengawasan di lapangan, Pemkab Seruyan memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap berjalan sesuai ketentuan.
Intinya, masyarakat diminta tidak panik, tidak menimbun, dan tidak membeli BBM bersubsidi secara berlebihan. Beli sesuai kebutuhan dan laporkan jika menemukan dugaan penyimpangan.(*As)













