Example 728x250

Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo Soroti Asap Mulai Ganggu Kualitas Udara, PBS Diminta Bertanggung Jawab

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG — Kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mulai terdampak asap. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Seruyan, terutama di wilayah hulu atau bagian tengah hingga kawasan atas Kabupaten Seruyan yang dilaporkan mengalami penurunan kualitas udara.

Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) II mengenai kondisi udara yang mulai kurang baik akibat asap.

Laporan tersebut, kata Eko , telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan. Hal itu disampaikan Zuli Eko Prasetyo usai mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aula SMKN 1 Kuala Pembuang, Selasa (8/9/2026).

“Sudah kami sampaikan juga kepada Pak Sekda saat itu terkait kondisi tersebut agar ada pertimbangan. Nanti dikaji dari sisi pendidikan seperti apa terkait kondisi udara yang kurang baik di wilayah ulu Kabupaten Seruyan,” kata  Eko saat diwawancarai awak media ini.

Menurut Zuli Eko Prasetyo, kondisi udara yang tidak normal akibat asap berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Karena itu, penanganan dampak asap tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat.

Ia menegaskan, seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas dan memperburuk kualitas udara.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap sektor pendidikan. Pemerintah daerah diminta mempertimbangkan kondisi kualitas udara dalam mengambil kebijakan terkait aktivitas belajar mengajar apabila situasi asap semakin memburuk.

Eko juga mendorong generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, pencegahan karhutla harus dibangun dari kesadaran sejak dini, bukan hanya ketika kebakaran telah terjadi.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memperbanyak kegiatan penghijauan dan menanam pohon.

“Jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Kami juga menyarankan kepada generasi muda untuk mencintai alam, setidaknya suka menanam pohon,” ujarnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan bersama agar generasi mendatang tidak terus mewarisi persoalan karhutla dan dampak asap setiap musim kemarau.

Di sisi lain, DPRD Seruyan juga menyoroti keterlibatan perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Seruyan dalam penanganan karhutla.

Eko mengatakan, pemerintah daerah bersama DPRD akan meminta data terkait perusahaan yang memiliki izin berusaha di Seruyan. Data tersebut diperlukan untuk memastikan sejauh mana kontribusi dan tanggung jawab perusahaan dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.

“Kami dan Wakil Bupati tentunya akan meminta data itu. Karena ini menjadi tanggung jawab bersama, mereka pun sebagai investor tentunya memiliki tanggung jawab,” tegasnya.

Ia menegaskan, keberadaan PBS di Seruyan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas investasi dan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap wilayah tempat mereka menjalankan usaha.

Pemerintah daerah bersama DPRD Seruyan selanjutnya akan berkoordinasi dengan perusahaan untuk memastikan bentuk kontribusi serta keterlibatan mereka dalam menghadapi ancaman karhutla.

Bagi DPRD Seruyan, persoalan karhutla tidak boleh hanya ditangani setelah api muncul. Pencegahan, pengendalian dampak asap, perlindungan masyarakat, serta keterlibatan seluruh pihak termasuk perusahaan harus berjalan secara bersamaan.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page