Example 728x250

Kadinkes Seruyan dr. Riza Syahputra Soroti Kekurangan Nakes di Pedalaman, Pemkab Ajukan Tambahan Dokter ke Kementerian

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG – Keterbatasan tenaga kesehatan, khususnya dokter umum, masih menjadi pekerjaan rumah dalam pemerataan pelayanan kesehatan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut terutama dirasakan di sejumlah wilayah pedalaman yang memiliki tantangan geografis dan jarak tempuh cukup jauh. Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan pun mengambil langkah dengan mengajukan penambahan tenaga kesehatan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, dr. Riza Syahputra, M.A.P., mengatakan kebutuhan tambahan tenaga kesehatan menjadi perhatian serius, terutama untuk memperkuat pelayanan di Puskesmas maupun Pustu yang berada di wilayah pedalaman.

“Program ke depan untuk Puskesmas dan Pustu di daerah pedalaman yang nakesnya saat ini kurang, kami sudah meminta penempatan nakes dari pusat, ditambah dokter umum seperti daerah Langkai dan Manjul,” kata Riza saat ditemui awak media di ruang kerjanya.

 

Riza mengatakan, pengajuan tambahan tenaga kesehatan harus didukung dengan data kebutuhan yang akurat. Karena itu, Dinas Kesehatan Seruyan akan melakukan pendataan kembali terhadap kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami akan mengumpulkan data nakes yang akurat. Tetapi kami sudah meminta dan mengajukan ke kementerian untuk nakes itu sendiri, baik dokter maupun tenaga kesehatan lainnya. Semoga ini bisa disetujui oleh pihak kementerian,” ujarnya.

Menurut Riza, langkah tersebut penting agar penempatan tenaga kesehatan tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Persoalan pemerataan pelayanan kesehatan di Seruyan tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga kesehatan. Kondisi geografis wilayah yang luas juga menjadi tantangan tersendiri.

Jarak menuju sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman cukup jauh dan membutuhkan waktu tempuh yang tidak sebentar. Kondisi ini membuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

“Di segi pelayanan tersebut kami memiliki suatu kendala, terutama letak geografis kita. Untuk menuju ke tempat tersebut agak jauh dan memakan waktu agak lama,” ungkap Riza.

Untuk masyarakat di wilayah hulu, pelayanan kesehatan dapat diakses melalui Rumah Sakit Hanau, sedangkan masyarakat di wilayah hilir dapat memanfaatkan pelayanan di Rumah Sakit Kuala Pembuang.

Riza memastikan Dinas Kesehatan terus melakukan pembenahan secara bertahap, baik dalam pemenuhan tenaga kesehatan maupun sarana dan peralatan medis.

“Kami sudah berusaha melengkapi semuanya, baik dari tenaga kesehatan juga alat kesehatannya secara bertahap,” katanya.

Selain mengejar penambahan jumlah tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan Seruyan juga menghadapi tantangan mempertahankan tenaga medis yang ditugaskan ke wilayah pedalaman.

Riza berharap dokter yang berasal dari luar daerah dapat beradaptasi dengan lingkungan dan karakteristik masyarakat setempat sehingga mampu menjalankan tugas secara optimal.

Namun, ia menilai solusi jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan dokter dari luar daerah. Seruyan membutuhkan putra-putri daerah yang menempuh pendidikan kedokteran dan kemudian kembali mengabdi di daerah asal.

“Harapan saya semoga dokter-dokternya berasal dari daerah kita sendiri yang sudah dididik di fakultas kedokteran,” ujarnya.

Riza mengakui sebagian dokter yang bertugas di Seruyan selama ini berasal dari luar daerah. Penempatan ke wilayah pedalaman terkadang menghadirkan tantangan adaptasi karena adanya perbedaan kultur, lingkungan, dan kondisi geografis.

“Selama ini dokter banyak dari luar daerah Kalimantan yang menurut informasi tidak mau bertugas ke hulu karena dikarenakan beda kultur dan budayanya. Tetapi kami berusaha mereka bisa betah bertugas di sana nantinya,” kata Riza.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman bukan sekadar soal menambah jumlah dokter dan tenaga kesehatan.

Pemerintah juga perlu memastikan tenaga kesehatan yang ditempatkan mampu bertahan dan memberikan pelayanan secara berkelanjutan. Sebab, keberadaan tenaga medis di wilayah terpencil menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak.

Dinas Kesehatan Seruyan kini berharap pengajuan tambahan tenaga kesehatan kepada pemerintah pusat mendapat persetujuan. Jika terealisasi, penambahan dokter dan tenaga kesehatan lainnya diharapkan mampu memperkuat pelayanan Puskesmas dan Pustu, khususnya di wilayah pedalaman seperti Langkai dan Manjul.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Seruyan mempersempit kesenjangan akses pelayanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan daerah pedalaman.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page