Example 728x250

Kebakaran Hebat di Kampung Kumai, 7 Rumah Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp750 Juta

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG — Kebakaran hebat kembali melanda permukiman warga di Kabupaten Seruyan. Sebanyak tujuh unit rumah di Jalan Mayjend Suprapto, Kampung Kumai, RT 024/RW 004, Kelurahan Kuala Pembuang I, Kecamatan Seruyan Hilir, terbakar dalam insiden yang terjadi pada (28/8/2026) malam.

Dari tujuh rumah yang terdampak, lima rumah semi-permanen dilaporkan terbakar, sedangkan dua rumah lainnya mengalami dampak akibat kobaran api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 21.44 WIB. Hanya berselang satu menit, tepat pukul 21.45 WIB, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Seruyan langsung bergerak menuju lokasi.

Petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 21.51 WIB dan langsung melakukan persiapan serta operasi pemadaman pada pukul 21.52 WIB.

Lima Rumah Ludes, Dua Rumah Terdampak

Kobaran api melalap sejumlah rumah warga yang berada di kawasan permukiman. Lima rumah semi-permanen yang terbakar diketahui milik Bapak Normal, Bapak Jimi, Bapak Dardi, Bapak Udi, dan Ibu Enoi.

Sementara dua rumah lainnya yang terdampak masing-masing milik Bapak Arun dan Bapak Alus.

Besarnya dampak kebakaran membuat kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp750 juta. Nilai tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan laporan awal di lapangan.

Hingga operasi selesai, tidak ditemukan laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Lima Armada Dikerahkan, Dibantu BPBD, TNI dan Polri

Untuk menjinakkan kobaran api, Damkarmat Kabupaten Seruyan mengerahkan lima unit armada, yakni Mobil 09, Mobil 07, mobil tangki, mobil Fuso, serta unit SlipOn.

Kekuatan pemadaman diperkuat personel dari berbagai unsur. Selain anggota piket Regu 2, operasi turut mendapat dukungan anggota Regu 1 dan Regu 3, Kepala Bidang, Kepala Seksi, serta sejumlah staf Mako Damkarmat.

Petugas juga mendapatkan bantuan dari BPBD, TNI, dan Polri, termasuk dukungan kendaraan water cannon milik kepolisian.

Sinergi lintas instansi tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kobaran merambat lebih luas ke rumah warga lainnya.

Api Berhasil Dipadamkan, Pendinginan Dilanjutkan

Setelah berjibaku di lokasi, operasi pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 23.35 WIB. Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.

Proses pendinginan dan penyisiran terus dilakukan hingga sekitar pukul 23.58 WIB untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Petugas kemudian kembali menuju posko dan tiba sekitar pukul 00.11 WIB.

Akses Jalan Sempit Jadi Kendala

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala serius berupa akses jalan menuju lokasi yang sempit. Kondisi tersebut menyulitkan mobil pemadam untuk masuk secara maksimal sekaligus menyulitkan kendaraan melakukan manuver dan berputar di sekitar lokasi kejadian.

Kondisi akses yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi petugas ketika harus bergerak cepat menghadapi kobaran api di kawasan permukiman.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik, kompor, serta sumber api lainnya harus menjadi perhatian serius.

Kecepatan laporan, akses yang memadai, dan respons petugas menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran kecil berubah menjadi bencana besar.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page