Example 728x250

DPRD Kalteng Soroti Konektivitas Desa di Seruyan, Dorong Pemerataan Pembangunan

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Daerah Pemilihan II yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, Abdul Hafid.

MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Pemerataan pembangunan di Kabupaten Seruyan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal konektivitas antarwilayah. Sejumlah desa hingga kini dinilai belum memiliki akses jalan yang memadai sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi hasil usaha belum berjalan optimal.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Daerah Pemilihan II yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, Abdul Hafid, mengatakan persoalan infrastruktur jalan perlu menjadi perhatian dalam arah pembangunan Seruyan ke depan.

Menurutnya, keterhubungan antarwilayah menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat yang tinggal di kawasan pedalaman.

“Tantangan di Seruyan masih banyak desa yang belum terhubung jalan. Ini perlu menjadi perhatian agar pembangunan bisa merata hingga ke seluruh wilayah,” ujar Abdul Hafid, Jumat (7/8/2026).

Ia menilai pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Akses jalan yang memadai akan mempermudah distribusi berbagai hasil usaha masyarakat, termasuk sektor pertanian dan perkebunan, menuju pusat-pusat pemasaran. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendukung peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, konektivitas yang baik juga dinilai penting untuk mempermudah masyarakat memperoleh berbagai layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintahan.

Karena itu, Hafid berharap pemerintah terus menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas, terutama di wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses.

Di sisi lain, Hafid mengapresiasi perkembangan pembangunan yang telah dicapai Kabupaten Seruyan sejak menjadi daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Timur sekitar 24 tahun lalu.

Menurutnya, pembangunan yang telah dilaksanakan selama lebih dari dua dekade mulai memberikan dampak positif dan dirasakan masyarakat dalam berbagai sektor.

“Berkat pembangunan selama 24 tahun sejak dibentuk sebagai kabupaten dan terpisah dari Kotawaringin Timur, pembangunan mulai bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat yang berada di wilayah terpencil.

Hafid menekankan, pembangunan pada periode berikutnya perlu lebih diarahkan kepada desa-desa yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur dan konektivitas. Upaya tersebut penting untuk memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah di Kabupaten Seruyan.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan masyarakat di kawasan pelosok memiliki akses yang memadai menuju pusat pemerintahan maupun pusat kegiatan ekonomi. Dengan konektivitas yang semakin baik, peluang masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan juga akan semakin terbuka.

“Jangan sampai masyarakat di pelosok tertinggal. Akses jalan yang baik akan membuka peluang ekonomi dan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar,” ujar Hafid.

Pembangunan konektivitas, lanjutnya, pada akhirnya bukan hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi dan pelayanan publik secara lebih merata. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page