Example 728x250

DPRD Kalteng Minta Pemkab Bartim Fokus pada Program Prioritas untuk Rakyat

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Ampera A.Y. Mebas.

MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Ampera A.Y. Mebas, mendorong Pemerintah Kabupaten Barito Timur agar memprioritaskan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur. Menurut Ampera, bertambahnya usia daerah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun daerah secara berkelanjutan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Pertama, saya mengucapkan selamat Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur. Di usia yang ke-24 ini, Barito Timur sudah dapat dikatakan semakin dewasa dalam menjalankan pembangunan daerah,” kata Ampera, Senin.

Mantan Bupati Barito Timur dua periode itu menilai peringatan hari jadi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap arah pembangunan daerah ke depan.

Di tengah tantangan keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, menurutnya, penyusunan program pembangunan harus dilakukan secara tepat sasaran dengan mengutamakan sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Program yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat perlu diprioritaskan, terutama sektor pertanian dan perkebunan. Dengan begitu, roda perekonomian masyarakat tetap bergerak dan daya beli dapat terjaga,” ujarnya.

Ampera menjelaskan bahwa sektor pertanian dan perkebunan merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Barito Timur.

Karena itu, perhatian terhadap kedua sektor tersebut dinilai penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap tumbuh dan stabilitas daya beli dapat dipertahankan.

Selain memprioritaskan sektor strategis, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Barito Timur sehingga pembangunan tetap berjalan meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal.

“Pembangunan harus difokuskan pada program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sehingga hasilnya dapat dirasakan secara langsung,” katanya.

Lebih lanjut, Ampera mengingatkan agar berkurangnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat tidak menjadi alasan terhambatnya pembangunan di daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus mencari berbagai solusi dan memaksimalkan potensi yang tersedia agar program-program prioritas tetap dapat dilaksanakan.

“Kita tidak boleh lesu hanya karena anggaran dari pusat berkurang. Yang terpenting adalah mencari solusi dan memastikan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page