Example 728x250

87 Starlink Masuk Pulang Pisau, Sasar Wilayah yang Selama Ini Terisolasi Internet

MONITOR KALTENG, PULANG PISAU — Akses internet di sejumlah wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, masih menjadi persoalan. Pemerintah kabupaten kini mendapat 87 perangkat internet satelit Starlink dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membuka akses komunikasi di wilayah yang selama ini masuk kategori blank spot.(17/8/2026).

Bantuan tersebut akan disebar ke delapan kecamatan. Lokasinya diprioritaskan untuk sekolah, fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Pustu, serta kantor pemerintahan desa.

Penyerahan simbolis dilakukan setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Pulang Pisau Hendri Arroyo, menyerahkan perangkat tersebut kepada Camat Kahayan Hilir Endra Setiawan.

Ahmad mengatakan persoalan jaringan internet selama ini bukan sekadar soal kenyamanan berkomunikasi. Keterbatasan jaringan turut mempengaruhi pelayanan pemerintah kepada masyarakat di desa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini sangat kami harapkan karena wilayah-wilayah yang mengalami kendala komunikasi, khususnya di Pulang Pisau, dapat segera terakses,” kata Ahmad.

Menurut dia, komunikasi masih menjadi salah satu kendala utama dalam pelayanan publik di sejumlah desa. Karena itu, bantuan Starlink diharapkan dapat mempercepat layanan pemerintahan sekaligus membuka akses digital bagi masyarakat.

Namun, distribusi perangkat bukan akhir dari persoalan. Pemerintah daerah masih harus memastikan perangkat tersebut benar-benar aktif, berfungsi, dan digunakan sesuai peruntukannya.

Kepala Diskominfostandi Pulang Pisau Hendri Arroyo mengatakan perangkat akan disalurkan setelah proses administrasi dengan Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Tengah selesai.

“Sekarang kita tinggal menunggu proses administrasi dari Kominfo Provinsi Kalteng. Distribusi langsung kita laksanakan ke delapan kecamatan penerima,” ujar Hendri.

Perangkat tersebut nantinya tidak serta-merta dipasang. Pemerintah daerah akan memberikan pelatihan kepada operator di desa, sekolah, Puskesmas dan Pustu agar mampu mengoperasikan serta memanfaatkan layanan internet berbasis satelit itu.

Hendri menekankan pelatihan menjadi bagian penting agar bantuan tidak berhenti pada pemasangan perangkat.

“Harapannya dengan adanya pelatihan ini, pemanfaatan Starlink tidak hanya sekadar ada, tapi benar-benar berdampak pada peningkatan layanan kepada masyarakat,” katanya.

Dengan 87 perangkat tersebut, pemerintah daerah dituntut tidak hanya menyelesaikan persoalan blank spot, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan, kesiapan operator, serta efektivitas pemanfaatannya.

Sebab, ukuran keberhasilan program ini bukan berapa banyak perangkat yang dibagikan, melainkan seberapa jauh akses internet itu benar-benar mengubah pelayanan pendidikan, kesehatan dan pemerintahan di desa-desa yang sebelumnya sulit terhubung.

(Redaksi/Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page