Example 728x250

Ketua DPRD Kalteng Hadiri Ritual Tiwah, Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya Dayak

Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S Dohong, menghadiri Upacara Ritual Keagamaan Tiwah yang diselenggarakan Keluarga Besar Upun Gawi di Jalan G Obos VIII, Kelurahan Bakung, Kota Palangka Raya, akhir pekan lalu.

MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S Dohong, menghadiri Upacara Ritual Keagamaan Tiwah yang diselenggarakan Keluarga Besar Upun Gawi di Jalan G Obos VIII, Kelurahan Bakung, Kota Palangka Raya, akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Arton menegaskan bahwa Ritual Tiwah merupakan tradisi sakral dalam ajaran Hindu Kaharingan yang memiliki makna mendalam, baik dari sisi spiritual maupun pelestarian budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, pelaksanaan Tiwah menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Pelaksanaan Tiwah tidak hanya menjadi bagian dari pengamalan ajaran keagamaan, tetapi juga merupakan upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Arton.

Ia menilai keberlangsungan ritual adat seperti Tiwah perlu terus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Selain memperkuat nilai religius, ritual tersebut juga dinilai mampu mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan identitas budaya masyarakat Dayak.

Arton berharap tradisi Tiwah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkokoh persatuan dan keharmonisan masyarakat di Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, menghargai, dan berperan aktif dalam melestarikan adat istiadat serta budaya daerah.

Menurutnya, keterlibatan generasi penerus menjadi kunci agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap terjaga dan terus hidup di tengah arus modernisasi.

“Generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan budaya daerah. Dengan mengenal dan mencintai budaya sendiri, maka identitas dan kearifan lokal akan tetap terpelihara,” katanya.

Ritual Tiwah sendiri merupakan salah satu tradisi penting masyarakat Dayak penganut Hindu Kaharingan yang dilaksanakan sebagai bagian dari penghormatan kepada leluhur.

Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Tengah yang terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page