MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali meningkat seiring bertambahnya jumlah titik panas selama musim kemarau. Menyikapi kondisi tersebut, DPRD Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama di kawasan lahan gambut.
Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, mengatakan lahan gambut merupakan salah satu wilayah yang paling rentan mengalami kebakaran saat musim kemarau. Menurutnya, karakteristik lahan gambut membuat api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat ke lapisan bawah tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit dan berpotensi memunculkan kembali titik api.
“Kami meminta masyarakat benar-benar waspada. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena sekali api menyala di lahan gambut, penyebarannya sangat cepat dan proses pemadamannya jauh lebih rumit,” ujar Ansyari.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah, sepanjang 1 Januari hingga 19 Juli 2026 terdeteksi sebanyak 2.844 titik panas di berbagai wilayah. Pada periode yang sama tercatat 563 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 3.069,52 hektare.
Ansyari menilai upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam pengendalian karhutla. Menurutnya, penanganan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan upaya pemadaman setelah api meluas.
Ia mengingatkan, karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mengancam kelestarian lingkungan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan berperan aktif menjaga wilayah masing-masing dari potensi kebakaran. Ia juga mengimbau warga segera melaporkan kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam mencegah karhutla. Semakin cepat titik api dilaporkan, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tutupnya. (red)













