Example 728x250

Kasus Keluhan Kesehatan Meluas, 44 Siswa SMAN 1 Kuala Pembuang Alami Diare dan Demam, Dinkes-Kepolisian Selidiki SPPG

MONITOR KALTENG, Kuala Pembuang – Kasus keluhan kesehatan yang menyerang pelajar di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, terus meluas. Setelah sebelumnya terjadi di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang, kini sebanyak 44 pelajar SMAN 1 Kuala Pembuang dilaporkan mengalami keluhan serupa berupa diare, demam, dan sakit perut.

Data tersebut disampaikan Kepala SMAN 1 Kuala Pembuang, Tuti Sundari, pada Kamis (30/7/2026). Hingga siang hari, pihak sekolah mencatat puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan dengan gejala yang bervariasi. Sebagian siswa mengalami diare, sementara lainnya mengalami demam.

Meski jumlah pelajar yang terdampak terus bertambah, Tuti Sundari menegaskan bahwa penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Menurutnya, diperlukan penyelidikan menyeluruh agar tidak muncul kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu yang sama dikonsumsi sekitar 1.026 pelajar di SMAN 1 Kuala Pembuang. Karena itu, kami belum bisa menyimpulkan bahwa keluhan ini disebabkan oleh makanan. Semua masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang,” ujarnya.

Menyikapi perkembangan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan bersama aparat kepolisian bergerak cepat melakukan investigasi. Tim mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan data di lapangan.

Investigasi dilakukan sebagai bagian dari upaya menelusuri kemungkinan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami puluhan pelajar. Pemeriksaan meliputi penelusuran proses penyediaan makanan, pengumpulan informasi, hingga langkah-langkah lain yang dianggap diperlukan oleh tim investigasi.

Saat ditemui di dapur SPPG, Kepala SPPG Yanuar Maulana membenarkan adanya kedatangan tim dari Dinas Kesehatan dan kepolisian.

“Iya, tim dari Dinas Kesehatan bersama aparat kepolisian sudah datang melakukan investigasi,” kata Yanuar.

Namun, Yanuar enggan memberikan penjelasan lebih jauh kepada awak media. Ia mengatakan seluruh informasi yang diperlukan telah disampaikan kepada tim investigasi serta kepada wartawan yang mengikuti proses pemeriksaan di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi yang menyimpulkan penyebab puluhan pelajar mengalami diare, demam, dan sakit perut. Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan berbagai bukti, termasuk hasil pemeriksaan di SPPG, sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian dan menunggu hasil investigasi resmi agar informasi yang beredar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page