MONITOR KALTENG – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Tengah berlangsung hangat dan meriah dengan hadirnya kader Golkar dari seluruh kabupaten dan kota di ruang pertemuan Swiss-Belhotel Palangka Raya, Sabtu siang, 29 November 2025. Di hadapan para kader yang memenuhi ruangan, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membuka forum lima tahunan tersebut dengan menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi partai di daerah.
Bahlil menjelaskan, Musda memegang tiga mandat utama: mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, menyusun rekomendasi dan program kerja baru, serta memilih ketua dan formatur yang akan memimpin Golkar tingkat provinsi.
“Tiga poin ini adalah fondasi pergerakan kita. Dari sinilah arah organisasi ditentukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil memberi sorotan khusus pada kinerja DPD Golkar Kalteng di bawah kepemimpinan Ruslan. Dengan nada apresiatif, ia menilai soliditas pengurus—mulai dari sekretaris, bendahara, hingga seluruh kader struktural dan fungsional—berperan besar dalam meningkatkan performa partai di wilayah tersebut.
“Sekali lagi saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepemimpinan Pak Ruslan yang telah membawa Golkar di Kalimantan Tengah mencapai hasil luar biasa. Tanpa Bapak Ibu semua di ruangan ini, belum tentu partai kita berada pada posisi sekarang,” ucap Bahlil, yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM.
Sementara itu, Ruslan mengingatkan pentingnya kesinambungan kepemimpinan di tubuh partai. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih sebagai ketua nantinya harus mampu menjaga ritme organisasi serta memperkuat komunikasi dengan DPP.
“Ketua baru harus dapat menjalankan amanah dengan baik. Kami berharap ketua umum DPP tetap memberikan ruang komunikasi secara tegas dan terbuka,” kata Ruslan.
Ketua Pelaksana Musda XI, Riska Agustin, menambahkan bahwa penyelenggaraan Musda tahun ini telah disesuaikan dengan amanat AD/ART partai. Menurutnya, kegiatan ini diarahkan untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus merumuskan strategi Golkar Kalteng menghadapi agenda politik mendatang.
“Tujuan Musda XI adalah menjaga konsolidasi, meningkatkan dinamika organisasi, dan menetapkan arah strategis Golkar di Kalimantan Tengah,” ujar Riska.
Dengan demikian, Musda XI tidak hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga panggung peneguhan kembali struktur kepemimpinan Golkar di Kalteng—sebuah langkah yang diyakini penting dalam menyongsong kontestasi politik beberapa tahun ke depan dan berlanjut hingga seterusnya.













