Monitor Kalteng – Palangka Raya, 4 September 2025 — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali hadir di Kota Palangka Raya dengan membawa harapan baru bagi warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Tahun ini, empat kelurahan di Kecamatan Sabangau—Kalampangan, Bereng Bengkel, Kereng Bangkirai, dan Sabaru—ditunjuk sebagai wilayah penerima bantuan yang dikenal luas dengan sebutan “bedah rumah” ini.
BSPS merupakan salah satu program prioritas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) yang juga menjadi bagian dari target ambisius Presiden Prabowo dalam membangun tiga juta rumah pada tahun mendatang. Program ini khusus menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan tujuan memperbaiki kondisi rumah agar menjadi lebih sehat, aman, dan nyaman.
Pada Sabtu (4/9), sosialisasi pelaksanaan BSPS digelar di Palangka Raya dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah Bereng Bengkel, Achmad Riadi, SE, dan Lurah Kalampangan. Dalam kesempatan itu, Achmad Riadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada warganya.
“Kami sangat berterima kasih dengan adanya program bedah rumah dari Kementerian PKP ini. Banyak warga kami yang masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Melalui program ini, mereka bisa memiliki rumah yang lebih sehat dan layak huni,” ujar Riadi.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga menggerakkan semangat kebersamaan. Selain itu, program BSPS sejalan dengan target pembangunan nasional dalam penyediaan perumahan layak yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 dan berlanjut hingga periode 2025–2029.
Penunjukan empat kelurahan di Kecamatan Sabangau sebagai penerima BSPS 2025 menjadi langkah strategis mengingat wilayah ini masih memiliki sejumlah kawasan dengan hunian yang masuk kategori tidak layak huni. Menurut Achmad Riadi, dampak program ini sangat luas, tidak hanya bagi penerima bantuan tetapi juga sosial dan ekonomi di lingkungan sekitar.
“Dengan rumah layak, warga bisa hidup lebih sehat. Anak-anak dapat belajar dengan nyaman, dan lingkungan sekitar pun menjadi lebih tertata,” tambah Riadi.
Meski jumlah penerima bantuan masih terbatas, kehadiran program ini memberikan angin segar bagi warga Kecamatan Sabangau. Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya.
Dedy Priantony, ST, Koordinator Kota untuk BSPS, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang diperbaiki, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. “Semoga program ini berlanjut dan semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya optimis.
Sebagai tambahan informasi, di Kota Palangka Raya terdapat 244 titik penerima BSPS yang tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Pahandut (meliputi Kelurahan Pahandut, Panarung, Langkai, dan Tanjung Pinang), Kecamatan Sabangau (Kereng Bangkirai, Sabaru, Kalampangan, dan Bereng Bengkel), Kecamatan Jekan Raya (Palangka, Menteng, dan Bukit Tunggal), serta Kecamatan Bukit Batu (Tangkiling dan Sei Gohong).
Dengan dukungan pemerintah pusat dan semangat gotong royong masyarakat, program BSPS diharapkan terus melanjutkan perannya dalam mewujudkan rumah layak bagi semua warga, khususnya mereka yang selama ini belum memiliki hunian memadai.(Red)













