MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Habib Sayyid Abdurrahman, meminta PT PLN (Persero) segera mempercepat penanganan gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki peran sangat penting dalam menunjang berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, kegiatan usaha, hingga kebutuhan rumah tangga. Karena itu, pemulihan pasokan listrik perlu menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Kami meminta manajemen PLN, khususnya PLN UP3 Palangka Raya, agar mempercepat penyelesaian kendala yang sedang terjadi. Listrik merupakan kebutuhan vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Habib Sayyid Abdurrahman, Sabtu (27/6/2026).
Ia menilai pemadaman listrik yang berlangsung dalam waktu cukup lama berpotensi menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat.
Selain menghambat aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap sektor pendidikan, pelayanan publik, hingga pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik.
“Pemadaman listrik yang berlangsung dalam waktu cukup lama berpotensi menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat. Karena itu, langkah percepatan perbaikan perlu menjadi prioritas agar pelayanan kelistrikan dapat kembali normal,” katanya.
Habib mengungkapkan, DPRD Kalimantan Tengah juga menerima berbagai laporan dan keluhan dari masyarakat terkait dampak pemadaman listrik tersebut.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah seorang peserta ujian seleksi masuk perguruan tinggi di Palangka Raya yang tidak dapat mengikuti ujian karena listrik padam sehingga koneksi internet terputus.
“Ini menjadi contoh nyata dampak yang dirasakan masyarakat. Kemungkinan masih banyak bentuk kerugian lain yang dialami warga akibat gangguan listrik tersebut,” ujarnya.
Ia berharap tim teknis yang telah diterjunkan oleh PLN dapat bekerja secara maksimal agar gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan segera teratasi dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
Di sisi lain, Habib juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi kondisi tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif guna meminimalkan potensi kerugian selama proses perbaikan berlangsung.
“Memang kendala teknis di lapangan tidak selalu dapat dihindari. Namun kami berharap PLN dapat bergerak cepat agar pelayanan listrik kembali normal dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan DPRD Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan penanganan gangguan kelistrikan tersebut serta mendorong PLN agar segera menyelesaikan seluruh kendala yang ada demi menjamin pelayanan listrik yang andal bagi masyarakat. (red)













