Example 728x250

Kepala BPBD Pulpis Herman Wibowo Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla, Sejumlah Wilayah Jadi Titik Rawan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo

Pulang Pisau-Monitorkalteng.co.id/Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring adanya ancaman fenomena El Nino yang diprediksi cukup kuat tahun ini.rapat dilaksanakan di kantor bupati pulang pisau kalimantan tengah,1/04/2026)

Herman Wibowo menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan konfirmasi dan analisis terhadap data karhutla tahun 2023 yang tercatat sebagai periode paling massif. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun strategi mitigasi yang lebih terarah dan efektif.

“Kami akan membuka kembali data tahun 2023, melakukan konfirmasi, dan menjadikannya sebagai acuan dalam langkah mitigasi ke depan,”Ujarnya Herman Wibowo

Sebagai langkah konkret, BPBD bersama pemerintah daerah akan menggelar rapat koordinasi di desa-desa yang dinilai memiliki potensi tinggi terjadinya karhutla. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari camat, kapolsek hingga Babinkamtibmas guna memperkuat sinergi penanganan di lapangan.
“Pendekatan kita kolaboratif, semua pihak harus terlibat agar pencegahan bisa dilakukan secara maksimal sejak dini,” tegasnya.

Selain itu, Herman juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pemetaan sementara, terdapat sejumlah wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran, tidak hanya di Kabupaten Pulang Pisau, tetapi juga meliputi daerah sekitar seperti Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kapuas. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena wilayah-wilayah tersebut memiliki karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih awal, yakni sekitar tanggal 20 Mei, dengan beberapa wilayah seperti Kecamatan Kahayan Kuala, Pandih Batu, dan Maliku berpotensi mengalami kekeringan lebih dulu.
Fenomena El Nino yang cukup kuat diprediksi akan menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang, lebih kering, serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Oleh karena itu, BPBD mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun.

“Harapan kami, dengan langkah mitigasi yang terencana dan keterlibatan semua pihak, potensi karhutla dapat kita tekan semaksimal mungkin,”Tutupnya.

Pewarta:Saprudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page