Example 728x250

Dandim 1016/Plk Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E.,M.Han secara langsung memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipusatkan di halaman kantor Walikota Palangka Raya Senin ,(1/6/2026).

MONITOR KALTENG, Palangka Raya – Dandim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E.,M.Han secara langsung memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipusatkan di halaman kantor Walikota Palangka Raya Senin ,(1/6/2026).

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tersebut dilaksanakan dengan penuh khidmat dan di hadiri Forkopimda Kota Palangka Raya.

Dalam sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Yudian Wahyudi yang di bacakan oleh Dandim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E.,M.Han menyampaikan bahwa, hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

Adapun Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Lebih lanjut disampaikan bahwa,
Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

“Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,”katanya.

Diakhir sambutannya, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia mengharapkan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan untuk ditunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page