MONITOR KALTENG, PULANG PISAU — Kepala Bapperida, Bakhzar Effendi, mendorong dilakukannya kajian mendalam terhadap persoalan stunting sebagai langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.saat di wancara di ruang kerja kantor Bapperida, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (25/06/2026).
Menurut Bakhzar, tahun 2045 merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia. Anak-anak yang saat ini tumbuh dan berkembang akan menjadi generasi produktif yang diharapkan mampu membawa daerah dan bangsa menuju kemajuan yang lebih baik.
“Indonesia Emas 2045 menjadi harapan kita bersama. Anak-anak yang saat ini masih dalam masa pertumbuhan nantinya akan menjadi generasi penerus yang menentukan masa depan Kabupaten Pulang Pisau dan Indonesia,”Ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa persoalan stunting merupakan masalah multidimensi yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, pemerintah daerah perlu lebih dekat dengan masyarakat untuk membangun kepercayaan sekaligus memastikan berbagai program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bakhzar mengatakan, hasil kajian yang dilakukan diharapkan dapat menjadi rekomendasi penting bagi Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam menentukan arah kebijakan dan program penanganan stunting yang lebih efektif.
“Melalui kajian ini kita ingin mengetahui secara detail apa akar permasalahannya, program apa yang perlu diperkuat, dan wilayah mana yang menjadi prioritas penanganan. Dengan demikian kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran,” katanya.
Berdasarkan data survei yang dipaparkan, prevalensi stunting di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2024 berada pada angka 27,8 persen.
Sementara hasil survei tahun 2025 menunjukkan angka 24 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan intervensi.
Menurutnya, data tersebut harus dikaji secara menyeluruh agar pemerintah dapat memahami faktor penyebab tingginya angka stunting dan menentukan langkah-langkah yang lebih efektif dalam penanganannya.
Berbagai perangkat daerah, seperti DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, serta instansi terkait lainnya, terus bersinergi menjalankan program-program penanganan stunting.
Upaya tersebut mencakup peningkatan layanan kesehatan, perbaikan gizi masyarakat, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga edukasi kepada masyarakat.
Bakhzar Effendi berharap melalui kolaborasi seluruh pihak dan penguatan program yang berkelanjutan, angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau dapat terus ditekan.
“Kita berharap angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau terus menurun. Target jangka panjang yang ingin dicapai adalah menurunkan angka stunting hingga satu digit, sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,”Pungkasnya.
Pewarta: Saprudin













