Example 728x250

Kemarau Melanda Seruyan, Pemkab Gelar Sholat Istisqa dan Waspadai Ancaman Karhutla

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan bersama masyarakat menggelar Sholat Istisqa sebagai ikhtiar menghadapi musim kemarau dan kekeringan yang melanda wilayah tersebut.

Sholat Istisqa dilaksanakan di Stadion Mini Gagah Lurus, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Senin (31/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pemkab Seruyan bersama masyarakat.

Wakil Bupati Seruyan H. Supian mengatakan, pelaksanaan Sholat Istisqa tidak hanya dipusatkan di Kuala Pembuang. Pemerintah daerah juga mendorong pelaksanaan secara serentak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Seruyan.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita masyarakat Kabupaten Seruyan, khususnya masyarakat di Kuala Pembuang, melaksanakan Sholat Istisqa bersama,” kata Wakil Bupati.

Menurut dia, sebelumnya Pemkab Seruyan telah menyampaikan edaran kepada pemerintah kecamatan agar turut melaksanakan Sholat Istisqa sebagai bentuk doa dan ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau.

Wakil Bupati menegaskan, kemarau dan kekeringan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Di sisi lain, doa bersama melalui Sholat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan.

“Kita tidak ingin masyarakat Kabupaten Seruyan mendapatkan musibah. Kondisi kekeringan seperti sekarang sangat rentan terhadap terjadinya kebakaran, baik di wilayah kita maupun daerah lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Pelaksanaan Sholat Istisqa diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Seruyan untuk bersama-sama memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.

Pemkab Seruyan berharap hujan segera turun sehingga kemarau panjang dapat berakhir dan kondisi lingkungan kembali normal.

“Tujuan dan maksud kita tidak lain adalah memohon agar kondisi kemarau yang terjadi sekarang ini mudah-mudahan segera berakhir dan turun hujan yang dapat memberikan rahmat bagi masyarakat Kabupaten Seruyan khususnya dan masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya,” Tuturnya.

Ia menambahkan, turunnya hujan tidak hanya diharapkan mampu mengatasi kekeringan, tetapi juga menekan potensi karhutla yang meningkat ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering.

“Kita berharap mudah-mudahan dengan pelaksanaan Sholat Istisqa ini Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan permintaan dan doa kita. Semoga kemarau panjang ini segera berakhir dan turun hujan yang membawa rahmat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Pelaksanaan Sholat Istisqa tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama Pemkab Seruyan dan masyarakat di tengah tekanan musim kemarau. Selain mengandalkan doa, kewaspadaan dan pencegahan terhadap karhutla tetap menjadi tanggung jawab bersama selama kondisi kering masih berlangsung.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page