MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan sebanyak 3.000 masker bantuan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Puskesmas Pasir Putih.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja Komisi III DPRD Kalteng ke Kabupaten Kotim pada 30 September hingga 3 Oktober 2026. Bantuan masker diberikan sebagai bagian dari upaya mendukung perlindungan kesehatan masyarakat di tengah dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kunker tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kalteng H. Sugiyarto, didampingi Sekretaris Komisi III Bryan Iskandar serta sejumlah anggota, yakni Wengga Febri Dwi Tananda, H. Hemi, H. Rahadian Fani, Amonius Tuyum dan Habib Sayyid Abdul Rasyid.
Selain menyerahkan bantuan masker, rombongan Komisi III melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kotim dan melanjutkan kunjungan lapangan ke Puskesmas Pasir Putih.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kesiapan pelayanan kesehatan dalam menghadapi potensi gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan penyaluran masker menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya perlindungan masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak kabut asap.
“Kami ingin melihat secara langsung kesiapan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya dalam menghadapi gangguan kesehatan masyarakat akibat dampak asap karhutla. Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan bagi Komisi III dalam menjalankan fungsi pengawasan,” kata Sugiyarto.
Dalam koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kotim, Komisi III juga membahas sejumlah langkah penanganan dampak asap karhutla. Pembahasan antara lain mencakup perlindungan kelompok rentan seperti balita, lansia dan ibu hamil, serta kesiapan rumah singgah oksigen di wilayah yang memiliki paparan asap cukup tinggi.
Selain itu, rombongan turut membahas ketersediaan obat-obatan di puskesmas, khususnya obat untuk penanganan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan obat sirup bagi anak-anak. Sistem distribusi logistik kesehatan hingga wilayah pedalaman juga menjadi perhatian.
Sugiyarto mengatakan ketersediaan masker, obat-obatan dan dukungan fasilitas kesehatan merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan selama kondisi karhutla.
“Kami juga ingin memastikan ketersediaan obat-obatan dan sistem distribusi logistik kesehatan berjalan dengan baik. Jangan sampai kondisi karhutla justru membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Setelah melakukan koordinasi di Dinas Kesehatan Kotim, rombongan Komisi III melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Pasir Putih. Dalam kunjungan tersebut, anggota dewan melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan sekaligus menggali berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi kecepatan penanganan masyarakat di lapangan.
Kesiapan anggaran kesehatan turut menjadi perhatian Komisi III, terutama sebagai langkah antisipasi apabila dampak karhutla dan musim kemarau berlangsung lebih panjang.
“Kunjungan lapangan ini penting agar kami tidak hanya mendapatkan informasi melalui laporan, tetapi juga dapat melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan di daerah. Apa yang kami temukan nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan lebih lanjut,” tegas Sugiyarto.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi III DPRD Kalteng mendorong agar koordinasi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus diperkuat, terutama dalam menghadapi dampak kesehatan akibat karhutla.
Penyaluran 3.000 masker bantuan Gubernur Agustiar Sabran diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap sekaligus memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (red)













