MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Di tengah kondisi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran turun langsung menemui warga di Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya.
Kehadiran Gubernur tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dorongan kepada masyarakat agar tetap kuat menghadapi kondisi yang terjadi serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh harapan.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menyerahkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dan Bantuan Pangan Gubernur kepada masyarakat terdampak karhutla di wilayah Petuk Katimpun. Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Negeri 10 Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya, Selasa (15/9/2026).
“Kita jangan patah semangat, bersyariat dan berusaha,” ungkap Gubernur di hadapan masyarakat penerima bantuan.
Menurut Agustiar, pemerintah perlu hadir dan melihat secara langsung kondisi masyarakat, terutama ketika warga menghadapi situasi yang tidak mudah akibat dampak karhutla.
Ia menilai, semangat masyarakat untuk bertahan dan bangkit menjadi salah satu dorongan dalam menjalankan pembangunan di Kalimantan Tengah.
“Semangat kalian adalah semangat bagi saya untuk membangun Kalteng,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan pangan dan KHBS kepada masyarakat. Ia juga membagikan masker serta obat stimulan sebagai bagian dari perhatian terhadap kesehatan warga yang terdampak kondisi udara akibat karhutla.
Perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang terdampak. Secara pribadi, Gubernur memberikan santunan menggunakan uang pribadinya sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak dan keluarga yang berada dalam kondisi terdampak karhutla.
Bantuan KHBS tersebut menjangkau 333 penerima di wilayah Petuk Katimpun. Sementara itu, sebanyak 380 masyarakat non-KHBS juga menerima bantuan.
Dari jumlah tersebut, 230 orang hadir langsung di SMA Negeri 10 Petuk Katimpun. Sedangkan 150 penerima lainnya berasal dari RT 11 Raflesia, khususnya masyarakat rentan yang tidak memungkinkan datang ke lokasi kegiatan.
Penyaluran bantuan hingga menjangkau warga yang tidak dapat hadir secara langsung menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Agustiar menegaskan, perhatian pemerintah terhadap masyarakat tidak berhenti pada penanganan dampak karhutla. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus memperkuat program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Kesehatan dan pendidikan menjadi program prioritas kita di Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Menurutnya, masyarakat yang sehat dan memperoleh pendidikan yang baik merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan program pembangunan dapat memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.
Kehadiran Gubernur secara langsung di tengah masyarakat Petuk Katimpun menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng dalam memberikan dukungan kepada warga yang terdampak karhutla.
Selain bantuan pangan, perhatian terhadap kesehatan serta santunan bagi anak-anak diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat selama menghadapi dampak karhutla. (red)













