Example 728x250

Wakil Wali Kota Palangka Raya Ikuti Rakor Bersama Presiden RI, Fokus Penanganan Karhutla di Petuk Katimpun Kota Palangka Raya

MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, menjadi salah satu titik perhatian dalam rapat koordinasi bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Sabtu (22/8/2026).

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengikuti rapat koordinasi tersebut melalui konferensi video dari Kelurahan Petuk Katimpun. Rakor membahas penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk kondisi kebakaran di Kota Palangka Raya.

Achmad Zaini mengatakan, Petuk Katimpun menjadi salah satu wilayah dengan kebakaran terluas di Kota Palangka Raya. Pemerintah kota bersama TNI, Polri, relawan, Manggala Agni, BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemadaman di lapangan.

“Karhutla terbesar di Kota Palangka Raya berada di wilayah Kelurahan Petuk Katimpun. Karena itu, kami terus berkoordinasi dan bersinergi bersama TNI, Polri, relawan, Manggala Agni dan seluruh pihak untuk bekerja keras melakukan pemadaman,” ujar Achmad Zaini.

Menurutnya, kondisi lahan gambut yang semakin kering akibat musim kemarau menjadi salah satu kendala utama. Persoalan lainnya adalah keterbatasan sumber air yang semakin menyusut apabila hujan tidak turun.

Sejumlah sarana pemadaman telah dikerahkan. Di antaranya dua unit tangki air berkapasitas masing-masing 10 ribu liter dari Dinas Kehutanan, satu unit tangki dari Polda, tiga unit tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter dari TNI, serta enam unit pompa penyedot air dari BPBD.

Namun, kebutuhan tambahan peralatan masih diperlukan untuk memperkuat upaya pemadaman. Dalam rakor bersama Presiden, pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan penambahan pompa air dan pembangunan sumur bor di lokasi yang sulit mendapatkan sumber air.

“Kami masih membutuhkan pompa air dan sumur bor. Untuk sumur bor, tentunya diperlukan mesin yang memiliki kemampuan kuat untuk menyedot air, mengingat kondisi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut,” jelasnya.

Penanganan karhutla di lahan gambut juga tidak cukup hanya dengan menyiram permukaan. Petugas harus melakukan penyuntikan air ke dalam lapisan gambut untuk memastikan api yang merambat di bawah permukaan benar-benar padam dan tidak kembali muncul.

Achmad Zaini mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih Kota Palangka Raya masih dalam kondisi siaga karhutla.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena sangat berbahaya dan dapat merugikan semua pihak. Jika menemukan api, segera lakukan pemadaman sedini mungkin agar tidak membesar,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat ikut membantu petugas di lapangan, khususnya dengan menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk pemadaman.

“Kalau ada petugas yang melakukan pemadaman, masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi membantu. Jika ada kolam atau sumber air milik warga yang bisa dimanfaatkan, tentu dapat membantu petugas,” katanya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page