Example 728x250

Wabup Seruyan H.Supian Tegaskan Pengembangan Kompetensi ASN, Targetkan Pelayanan Publik Makin Berkualitas

MONITOR KALTENG, SERUYAN, – Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskan komitmennya memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pengembangan kompetensi yang terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan organisasi. Langkah itu diwujudkan melalui Sosialisasi Penyusunan Profil Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Kabupaten Seruyan Tahun 2026–2030.

Kegiatan tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Kuala Pembuang, Kamis (13/8/2026).

Dalam sambutan Bupati Seruyan yang disampaikan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur merupakan fondasi penting untuk mendorong pelayanan publik yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemkab Seruyan juga menggandeng tim narasumber dari PPSDM Kemendagri Regional Bandung. Kolaborasi tersebut dinilai strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur sekaligus memastikan pengembangan kompetensi ASN berjalan berdasarkan standar, regulasi, dan kebutuhan organisasi pemerintahan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Seruyan, saya mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada tim narasumber dari PPSDM Kemendagri Regional Bandung. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kehormatan sekaligus kesempatan emas bagi kami untuk menyerap ilmu, standar, serta regulasi terbaru dalam manajemen kompetensi aparatur,” ujar Supian menyampaikan sambutan Bupati.

Menurutnya, aparatur pemerintah tidak boleh hanya menjalankan rutinitas administratif. ASN dituntut memiliki kemampuan teknis, manajerial, serta sosio-kultural yang mampu menjawab tantangan pelayanan publik dan perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin aparatur Seruyan tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi juga memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan sosio-kultural yang berskala nasional,” tegasnya.

Pemkab Seruyan berharap penyusunan profil kebutuhan pengembangan kompetensi ini tidak berhenti pada dokumen administratif. Hasil kegiatan harus diterjemahkan menjadi langkah konkret di setiap perangkat daerah.

Para peserta juga diminta aktif mengikuti proses sosialisasi, berdiskusi, menggali pengalaman, serta berkonsultasi langsung dengan para narasumber. Pengetahuan dan standar kompetensi yang diperoleh diharapkan menjadi pijakan dalam meningkatkan Indeks Profesionalitas ASN sekaligus memperbaiki kualitas kinerja pemerintahan.

“Sepulang dari kegiatan ini, saya tidak ingin materi hanya menjadi tumpukan kertas. Bawa perubahan konkret pada sistem pelayanan publik kita,” pesannya.

Ia juga meminta para narasumber memberikan arahan, koreksi, dan pembekalan terbaik kepada aparatur Kabupaten Seruyan agar kompetensi yang dibangun benar-benar memberikan dampak terhadap kinerja pemerintahan.

Dengan demikian, penyusunan profil kebutuhan pengembangan kompetensi 2026–2030 diharapkan menjadi instrumen penting dalam menyiapkan ASN Seruyan yang profesional, kompeten, adaptif, serta memiliki orientasi kuat terhadap pelayanan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa peningkatan kualitas birokrasi tidak cukup hanya dengan menambah jumlah aparatur, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi agar pelayanan publik semakin cepat, tepat, efektif, dan berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Seruyan pun menargetkan pengembangan kompetensi ASN ke depan semakin tepat sasaran dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih profesional demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page