Example 728x250

Operasi Patuh Telabang 2026 Ditunda, Dirlantas Polda Kalteng: Menyesuaikan Kebijakan Korlantas Polri dan Fokus Hari Bhayangkara ke-80

MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA — Masyarakat Kalimantan Tengah yang menantikan pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2026 harus bersabar lebih lama. Operasi penegakan hukum lalu lintas yang rutin digelar setiap tahun itu dipastikan ditunda, menyusul keputusan resmi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang menyesuaikan jadwal pelaksanaan operasi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Kepastian penundaan ini disampaikan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Yusep Dwi Prasetya, kepada awak media, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan kebijakan sepihak dari Polda Kalteng, melainkan penyesuaian terhadap arahan terpusat dari Korlantas Polri yang berlaku di seluruh jajaran kepolisian di Indonesia.

Keputusan Terpusat dari Korlantas Polri
Kombes Pol Yusep Dwi Prasetya menegaskan bahwa penundaan Operasi Patuh Telabang 2026 merupakan bagian dari keselarasan kebijakan nasional, mengingat operasi ini pada dasarnya dijalankan secara serentak di seluruh Indonesia di bawah koordinasi penuh Korlantas Polri.

“Benar, pelaksanaan Operasi Patuh 2026 ditunda dan kami menyesuaikan dengan kebijakan dari Korlantas Polri karena kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” ujar Dirlantas kepada Times Indonesia.

Lebih lanjut, Yusep memastikan bahwa penyesuaian jadwal ini tidak hanya berlaku di tingkat Polda Kalimantan Tengah, tetapi juga diberlakukan secara menyeluruh di semua satuan lalu lintas Polres yang berada di bawah jajaran Polda Kalteng. Dengan demikian, tidak ada satupun wilayah hukum di Kalimantan Tengah yang akan menggelar operasi ini sebelum jadwal baru ditetapkan.

Fokus Bergeser ke Agenda Hari Bhayangkara ke-80
Penundaan ini, menurut Kombes Pol Yusep, berkaitan langsung dengan padatnya rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Alih-alih menjalankan operasi penegakan hukum yang bersifat yustisi, Polri saat ini lebih memfokuskan seluruh energi dan sumber dayanya pada kegiatan yang bersifat sosial dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Mengingat padat dan banyaknya kegiatan dalam rangkaian Hari Bhayangkara 2026, kegiatan kami difokuskan pada aktivitas yang bersifat simpatik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” terang Yusep.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page