Example 728x250

Welduline Ahmad Selanorwanda Tak Kuasa Menyembunyikan Duka, Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga Prajurit Gugur

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selendang.

MONITOR KALTENG, SERUYAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Sertu Anumerta Heri Prasetyo, salah satu prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang menjadi korban kecelakaan helikopter MI-17 V5A saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Ungkapan duka tersebut disampaikan langsung kepada ayah almarhum saat berada di Bandara Kuala Pembuang, Jumat (6/11/2026). Dalam kesempatan itu, Welduline juga memberikan dukungan moril dan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Sertu Heri Prasetyo merupakan satu dari tiga prajurit TNI AD yang gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17 V5A di kawasan perairan Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026). Ketiga prajurit tersebut tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Udara Penanggulangan Karhutla dan tengah menjalankan tugas negara ketika insiden nahas itu terjadi.

Di hadapan keluarga almarhum, Welduline menyampaikan rasa kehilangan sekaligus doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan PKK Kabupaten Seruyan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” ujarnya.

Menurut Welduline, gugurnya Sertu Heri bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga menjadi duka bagi bangsa atas pengorbanan seorang prajurit yang gugur ketika menjalankan tanggung jawab negara.

Ia menilai dedikasi dan keberanian almarhum mencerminkan besarnya pengabdian prajurit TNI dalam menjalankan tugas, termasuk menghadapi risiko keselamatan demi kepentingan masyarakat dan negara.

“Pengabdian almarhum menjadi bukti bahwa seorang prajurit senantiasa siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, bahkan dengan mempertaruhkan jiwa dan raga. Apa yang telah dilakukan almarhum merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kita semua,” pungkasnya.

Kepergian Sertu Anumerta Heri Prasetyo menjadi pengingat bahwa upaya penanggulangan karhutla bukan hanya membutuhkan kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga melibatkan pengorbanan besar para petugas di lapangan.

Pengabdian para prajurit yang gugur dalam menjalankan misi kemanusiaan dan tugas negara tersebut patut dikenang serta mendapat penghormatan setinggi-tingginya.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page