Example 728x250

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Bupati Ahmad Selanorwanda Beri Penghormatan Terakhir kepada Prajurit TNI yang Gugur di Seruyan

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran bersama Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri langsung prosesi pelepasan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum.

MONITOR KALTENG, SERUYAN – Suasana haru menyelimuti upacara pelepasan jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/11/2026). Prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) tersebut gugur setelah helikopter MI-17V5 yang ditumpanginya mengalami kecelakaan saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran bersama Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri langsung prosesi pelepasan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum.

Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin. Hadir pula Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, unsur Basarnas, perwakilan instansi pemerintah, serta jajaran terkait lainnya.

Kepergian Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan institusi TNI AD, tetapi juga bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Almarhum gugur ketika menjalankan tugas kemanusiaan dalam operasi pemadaman karhutla melalui metode water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Seruyan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit TNI AD tersebut.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Almarhum adalah prajurit terbaik bangsa yang gugur dalam tugas mulia menjaga kelestarian alam dan keselamatan masyarakat dari bahaya karhutla,” ujar Agustiar.

Menurutnya, pengabdian almarhum menjadi bukti nyata besarnya pengorbanan para personel di lapangan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang terus menjadi tantangan serius di Kalimantan Tengah.

Prosesi pelepasan berlangsung penuh haru sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir. Penghormatan tersebut menjadi simbol penghargaan negara atas pengabdian dan pengorbanan seorang prajurit yang gugur ketika menjalankan tugas.

Gugurnya Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya penanggulangan karhutla bukan sekadar persoalan pemadaman api, melainkan juga menyangkut keselamatan dan pengorbanan personel yang berada di garis depan.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page