Example 728x250

Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemkab Seruyan Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda secara resmi membuka kegiatan tersebut. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seruyan, pimpinan Perum Bulog Cabang Sampit, pelaku UMKM, serta masyarakat turut menghadiri kegiatan itu.

MONITOR KALTENG, KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, Kalimantan Tengah, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi daerah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan, Kamis (22/10/2026), tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda secara resmi membuka kegiatan tersebut. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seruyan, pimpinan Perum Bulog Cabang Sampit, pelaku UMKM, serta masyarakat turut menghadiri kegiatan itu.

Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang terjangkau. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani harga bahan pokok yang tinggi.

Dalam sambutannya, Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama pembangunan daerah yang harus dijaga secara berkelanjutan.

Menurutnya, peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang mengusung tema “Right to Food, Nourish Tomorrow” menjadi pengingat bahwa pemenuhan kebutuhan pangan tidak cukup hanya berorientasi pada kondisi saat ini, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan untuk generasi mendatang.

“Upaya mencukupi kebutuhan pangan tidak hanya soal ketersediaan saat ini, tetapi juga bagaimana kita berinovasi agar generasi mendatang tetap dapat menikmati pangan yang cukup, bergizi, dan berkelanjutan,” ujar Ahmad.

Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM Serentak merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

Selain membantu konsumen, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung produktivitas petani serta memperkuat peran pelaku usaha lokal dalam menjaga rantai pasok pangan di Kabupaten Seruyan.

Ahmad juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, pedagang hingga konsumen, untuk bersama-sama menjaga ketersediaan pangan dan mendukung produk lokal.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, baik petani, pedagang maupun konsumen, untuk bersama-sama menjaga ketersediaan pangan dan mendukung produk lokal. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Seruyan, Sri Susanti, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tersebut mengacu pada arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas), terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

Sri menyebutkan, kegiatan di Kuala Pembuang merupakan pelaksanaan GPM ketiga sepanjang Oktober 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Kartika Bhakti dan Desa Mekar Indah.

Pemkab Seruyan juga merencanakan pelaksanaan GPM berikutnya di Kecamatan Seruyan Tengah dengan menggandeng Dewan Adat Dayak (DAD).

“GPM kali ini merupakan pelaksanaan yang ketiga di bulan Oktober. Sebelumnya, kami telah menyelenggarakan kegiatan serupa di Desa Kartika Bhakti dan Desa Mekar Indah. Selanjutnya, agenda serupa direncanakan di Kecamatan Seruyan Tengah bekerja sama dengan Dewan Adat Dayak (DAD),” terang Sri.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Seruyan menyediakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok untuk masyarakat, yakni beras SPHP dan beras premium sebanyak 400 sak, gula pasir 200 kilogram, minyak goreng 100 liter, telur ayam 100 rak, bawang 200 kilogram, serta daging ayam 200 kilogram.

Penyediaan berbagai bahan pokok tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas harga di tingkat daerah.

Selain pasar murah, kegiatan ini juga menghadirkan stan pelayanan dan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Layanan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai program perlindungan ketenagakerjaan serta peluang kemitraan.

Melalui pelaksanaan GPM secara bertahap, Pemkab Seruyan berupaya memperluas jangkauan pelayanan pangan kepada masyarakat, menjaga ketersediaan bahan pokok, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ke depan, kesinambungan program serta ketersediaan pasokan dengan harga yang terjangkau menjadi faktor penting agar manfaat Gerakan Pangan Murah dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page