MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalteng di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur, Jumat (24/4/2026).
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Darliansjah, mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden, secara resmi membuka kegiatan tersebut.
FGD ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Bank Indonesia, pimpinan perbankan, organisasi dunia usaha, hingga perangkat daerah terkait di lingkup provinsi dan kabupaten/kota.
Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng yang mencapai sekitar 4,8 persen pada akhir 2025 menjadi indikator positif yang perlu terus dijaga.
Menurutnya, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kunci dalam menjaga momentum tersebut.
Ia mengungkapkan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalteng hingga awal April 2026 telah menembus lebih dari Rp821 miliar, dengan Kota Palangka Raya sebagai wilayah dengan realisasi terbesar.
“Yang kami garis bawahi adalah bagaimana sektor jasa keuangan dapat berperan lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutan Penjabat Sekda yang dibacakan Darliansjah, disampaikan bahwa struktur ekonomi Kalteng saat ini masih didominasi sektor primer seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu memberikan nilai tambah optimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan akses pembiayaan dan kepastian pasar yang dihadapi pelaku usaha, khususnya UMKM dan petani.
Oleh karena itu, forum FGD ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk menjawab berbagai tantangan tersebut.
“Melalui FGD ini, kami berharap terbangun sinergi yang lebih kuat dalam memperluas akses pembiayaan, memperkuat kemitraan usaha, serta mendorong pengembangan produk unggulan daerah agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Darliansjah.
FGD ini menjadi bagian dari upaya bersama antara pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi, sekaligus mempercepat transformasi ekonomi daerah menuju arah yang lebih produktif dan berdaya saing. (red)













