Example 728x250

Kepala DP3AP2KB Pulang Pisau: Angka Stunting Turun Menjadi 16,08 Persen pada 2025

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pulang Pisau Pande Putu Gina memberikan keterangan kepada awak media terkait capaian penurunan angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau.

MONITOR KALTENG, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus mengoptimalkan berbagai program percepatan penurunan stunting. Upaya tersebut menunjukkan hasil positif dengan menurunnya angka prevalensi stunting menjadi 16,08 persen pada tahun 2025 berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pulang Pisau, Pande Putu Gina, mengatakan penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak.

Saat diwawancarai awak media di Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (10/6/2026), ia menjelaskan bahwa berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Pulang Pisau pada 2022 tercatat sebesar 31,6 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 24 persen pada 2023, namun kembali meningkat menjadi 27,9 persen pada 2024.

“Meski sempat mengalami kenaikan pada tahun 2024, seluruh pihak tidak berhenti melakukan berbagai upaya percepatan penanganan stunting. Alhamdulillah, pada tahun 2025 berdasarkan data EPPGBM, angka stunting berhasil ditekan menjadi 16,08 persen,” ujar Pande Putu Gina.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemerintah desa, serta dukungan masyarakat dalam menjalankan berbagai program intervensi.

Berbagai langkah yang dilakukan meliputi peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan, edukasi pola asuh dan gizi keluarga, hingga peningkatan akses terhadap sanitasi dan air bersih.

Pande Putu Gina menegaskan bahwa upaya penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat serta pemangku kepentingan.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau dapat terus ditekan. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal pembangunan daerah di masa depan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai program yang berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, target penurunan stunting sekaligus terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 diharapkan dapat tercapai.

 

Pewarta: Saprudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page