MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan langkah besar peluncuran Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menggelar Sosialisasi KHBS di Aula Serba Guna Rumah Jabatan Gubernur sebagai penegasan bahwa program ini harus berjalan tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik, Rabu (18/2/2026).
Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa KHBS bukan sekadar program bantuan sosial, tetapi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat benar-benar terjangkau secara adil dan merata.
“Program ini penting agar tepat sasaran. Tanpa kebersamaan, koordinasi, dan informasi yang baik, permasalahan di lapangan sulit diantisipasi. Oleh karena itu, saya minta seluruh pihak bersinergi dan mengawal pelaksanaannya,” tegas Gubernur.
Peluncuran resmi dijadwalkan pada 20 Februari 2026. Mengingat skala distribusi yang sangat besar, Gubernur meminta seluruh elemen pemerintahan dan pemangku kepentingan bergerak serentak.
“Pembagian ini dilakukan dalam skala besar, mungkin terbesar dalam sejarah Kalimantan Tengah. Saya berharap semua pihak, mulai dari bupati, camat, kepala desa, hingga relawan, bergerak bersama,” tutur Gubernur.
Ia juga menegaskan bahwa program ini berdiri di atas prinsip keadilan dan inklusivitas, tanpa diskriminasi latar belakang apa pun.
“Tidak ada perbedaan partai, suku, atau agama. Bantuan akan diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya,” kata Gubernur.
Sistem Digital untuk Transparansi
Di sisi teknis, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan akan memanfaatkan mesin Electronic Data Capture (EDC) guna memastikan proses berlangsung transparan dan akuntabel.
“Penggunaan mesin EDC bertujuan memastikan proses klaim dan pencairan bantuan berjalan transparan serta terdokumentasi. Petugas penyalur memanfaatkan mesin ini untuk layanan klaim Bantuan Kartu Huma Betang Sejahtera kepada Keluarga Penerima Manfaat,” jelas Rangga.
Rangga menjelaskan bahwa mesin EDC dilengkapi fitur untuk menampilkan jenis bantuan, mencairkan dana, mencatat log transaksi, serta memblokir kartu jika diperlukan.
“Setiap transaksi tercatat dalam sistem, sehingga memudahkan pemantauan dan pengawasan penyaluran bantuan di lapangan,” ungkap Rangga.
Ia menambahkan, fitur pemindaian kartu pada mesin EDC menjadi kunci untuk memastikan validitas penerima bantuan.
“Dengan pemindaian kartu dan pencatatan digital, penyaluran menjadi lebih akuntabel dan risiko kesalahan dapat diminimalkan,” imbuh Rangga.
Sasar 279 Ribu Lebih Keluarga
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Eddy Karusman, memaparkan bahwa Bantuan Sosial Huma Betang menyasar keluarga miskin dan rentan miskin dalam bentuk tunai maupun non-tunai.
“Bantuan Sosial Huma Betang bertujuan meringankan beban rumah tangga dan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat,” ujar Eddy.
Adapun komponen bantuan meliputi paket bahan pangan senilai Rp150.000 terdiri dari beras premium 5 kg, minyak goreng 1 liter, dan gula putih 1 kg serta bantuan tunai Rp250.000 yang disalurkan melalui Perum BULOG dan Bank Kalteng.
“Program ini menyasar 279.434 Keluarga Penerima Manfaat di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah, dengan satu penerima dalam setiap Kartu Keluarga,” papar Eddy.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penetapan penerima dilakukan berdasarkan data resmi dan ketentuan yang berlaku.
“Sasaran program ini adalah keluarga miskin dan rentan miskin yang tercatat pada DTSEN atau ditetapkan melalui Keputusan Gubernur, serta belum menerima bantuan PKH, sembako, atau BLT Dana Desa. Pemerintah kabupaten/kota dan relawan Huma Betang memiliki peran penting dalam verifikasi, validasi, pemantauan, dan pelaporan berbasis koordinat lapangan,” tandas Eddy.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan kesiapannya menjalankan KHBS sebagai salah satu program sosial terbesar di daerah tersebut.
Dengan sistem digital, pengawasan berlapis, serta pelibatan lintas sektor, Kartu Huma Betang Sejahtera diharapkan menjadi instrumen nyata dalam memperkuat jaring pengaman sosial dan mendorong kesejahteraan masyarakat Bumi Tambun Bungai. (red)













