Example 728x250

Koperasi Merah Putih di Palangka Raya, Strategi Pemerintah Bangun Ekonomi Komunitas dari Akar Rumput

musyawarah khusus yang berlangsung pada Rabu, 21 Mei 2025, sebagai bagian dari tahapan awal pembentukan koperasi.

Monitorkalteng.co.id – Palangka Raya – Pemerintah pusat tengah mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui pembentukan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya. Koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat lokal, sejalan dengan visi strategis Presiden untuk membangun ekosistem usaha dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Langkah ini ditandai dengan musyawarah khusus yang berlangsung pada Rabu, 21 Mei 2025, sebagai bagian dari tahapan awal pembentukan koperasi. Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Tatang Yuliono, hadir langsung untuk menyaksikan proses tersebut.

“Kami menyaksikan proses dari awal hingga pemilihan pengurus dan penetapan simpanan wajib. Ini menunjukkan partisipasi aktif warga dalam membangun wadah ekonomi yang dimiliki bersama,” ungkap Tatang dalam keterangannya.

Menurutnya, koperasi ini akan segera memasuki tahap penentuan bidang usaha, yang mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Hasil dari musyawarah warga akan dituangkan dalam berita acara, diproses melalui notaris, dan diunggah ke sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM untuk pengesahan legalitas.

Koperasi Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa. Ia menjadi bagian dari program strategis nasional untuk membangun fondasi ekonomi dari bawah. Enam sektor usaha ditetapkan sebagai kewajiban pengelolaan koperasi, yakni sembako, klinik dan apotek, logistik, barang milik pemerintah, serta dua sektor lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Dengan model ekosistem seperti ini, manfaat koperasi tidak hanya dinikmati pengurus, tetapi juga dibagikan kepada warga kelurahan atau desa. Ini adalah ekonomi berbasis komunitas yang sesungguhnya,” tambah Tatang.

Pemerintah berharap model koperasi semacam ini dapat menjadi prototipe bagi wilayah lain dalam upaya menciptakan kemandirian ekonomi lokal. Koperasi Merah Putih di Palangka menjadi harapan baru dalam menciptakan sirkulasi ekonomi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi nasional dan global. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page