Monitorkalteng.co.id – Palangka Raya, Pemerintah Kota Palangka Raya menyatakan kondisi inflasi di wilayahnya masih berada dalam kategori terkendali. Wakil Wali Kota Akhmad Zaini mengungkapkan, meskipun terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, secara umum pasokan dan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan stabil.
Pernyataan ini disampaikan Zaini usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara daring bersama Kementerian Dalam Negeri pada Senin (21/4/2025). Dalam rapat tersebut, seluruh kepala daerah diminta untuk melaporkan perkembangan harga bahan pokok di masing-masing wilayah pasca-Lebaran.
“Inflasi kita masih terkendali. Artinya, pasokan dan harga bahan makanan cukup stabil,” ujar Zaini kepada awak media.
Data menunjukkan, inflasi month-to-month (m-to-m) di Palangka Raya saat ini berada di angka 1,65 persen. Angka tersebut dinilai cukup baik dalam konteks pemulihan daya beli masyarakat setelah sebelumnya sempat mengalami deflasi.
“Deflasi sebelumnya mencerminkan daya beli yang lemah. Sekarang mulai membaik. Kenaikan 1,65 persen ini menjadi indikator positif,” jelasnya.
Komoditas Berfluktuasi, Tapi Masih Terkendali
Beberapa komoditas memang mengalami fluktuasi harga, salah satunya adalah cabai merah yang mengalami kenaikan. Namun, menurut Zaini, kenaikan tersebut masih dalam batas yang bisa ditoleransi dan tidak memberi tekanan besar terhadap inflasi umum.
Sementara itu, kabar baik datang dari sektor peternakan, khususnya harga ayam ras. Setelah sebelumnya sempat merosot hingga Rp 28 ribu per kilogram akibat rendahnya daya beli masyarakat, harga kini mulai membaik ke level Rp 30 ribu.
“Ini perkembangan yang menggembirakan, karena saat harga anjlok, peternak sangat terdampak. Sekarang mereka mulai bernapas lega,” ungkapnya.
Stabilitas Harga, Hasil Koordinasi dan Pengawasan
Zaini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan pengawasan distribusi untuk menjaga stabilitas harga. Pemerintah Kota bersama instansi terkait terus melakukan monitoring pasar dan menjalin kerja sama dengan produsen serta distributor lokal agar tidak terjadi kelangkaan maupun permainan harga.
“Langkah-langkah ini penting agar inflasi tidak melonjak dan masyarakat tetap bisa menjangkau kebutuhan pokok,” pungkasnya.
Dengan kondisi inflasi yang mulai membaik dan harga yang relatif stabil, Pemerintah Kota Palangka Raya menaruh harapan besar pada pulihnya daya beli masyarakat serta keberlanjutan pasokan komoditas penting hingga Idul Adha mendatang.
Redaksi













