Example 728x250

Dorong Ketahanan Pangan, Pemkot Palangka Raya Siapkan 3.000 Hektare Lahan Cetak Sawah

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini

Monitorkalteng.co.id – Pemerintah Kota Palangka Raya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan ikut ambil bagian dalam program cetak sawah yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI. Tahun ini, kota yang berada di jantung Kalimantan tersebut mendapat alokasi perluasan lahan pertanian seluas 3.000 hektare.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa saat ini pemkot tengah fokus pada proses pendataan dan pemetaan lahan yang dianggap potensial untuk dijadikan areal persawahan. “Untuk tahun ini kita mendapat alokasi seluas 3.000 hektare. Sekarang kami fokus pada pendataan dan pemetaan lahan yang dinilai layak,” ujarnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Sabtu (19/4/2025).

Namun, Zaini mengakui proses ini bukan tanpa tantangan. Dari hasil inventarisasi awal, sejumlah lahan yang diusulkan masuk dalam zona non-pertanian. Artinya, perubahan peruntukan lahan menjadi langkah yang harus ditempuh terlebih dahulu.

“Meskipun penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah kota, kita perlu melalui tahapan kajian akademik terlebih dahulu sebelum mengubah fungsi lahan. Nanti setelah kajian selesai, akan kita ajukan ke Wali Kota untuk diterbitkan PKKPR atau Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang,” jelasnya.

PKKPR merupakan dokumen legal yang dibutuhkan untuk mengesahkan kesesuaian rencana kegiatan terhadap tata ruang wilayah. Tanpa dokumen ini, konversi lahan tidak bisa dilakukan secara sah.

Langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program cetak sawah yang menjadi prioritas nasional. Selain meningkatkan produksi pangan lokal, program ini juga ditujukan untuk memberi efek berganda bagi perekonomian masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha pertanian di sekitar wilayah pengembangan.

Pakar tata ruang dari Universitas Palangka Raya, Dr. Muhammad Farid, menilai bahwa keterlibatan aktif pemda dalam program cetak sawah akan menjadi penentu keberhasilan implementasi di lapangan. “Pemkot harus memastikan ketersediaan infrastruktur dasar, seperti irigasi dan akses jalan. Kalau tidak, percuma ada lahan luas tapi tidak produktif,” ujarnya saat dihubungi terpisah.

Program cetak sawah nasional sendiri merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor pangan serta mengantisipasi krisis pangan global. Palangka Raya menjadi salah satu daerah prioritas di Kalimantan Tengah, mengingat potensi lahan yang masih luas namun belum tergarap secara optimal.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan masyarakat, diharapkan program ini tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page