Example 728x250

Bupati Seruyan Tekankan Kolaborasi dalam Forum Penyusunan RENSTRA 2025-2029

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., resmi membuka Forum Perangkat Daerah Kabupaten Seruyan bertempat di aula Bappedalitbang pada Rabu, 11/06/2025.

Monitorkalteng.co.id – Kuala Pembuang// – Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., resmi membuka Forum Perangkat Daerah Kabupaten Seruyan bertempat di aula Bappedalitbang pada Rabu, 11/06/2025.

Forum ini menjadi wadah penting untuk menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) Kabupaten Seruyan periode 2025-2029, yang akan menjadi panduan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan.

Tujuannya kegiatan ini adalah untuk menyepakati isu strategis, tujuan, sasaran, program, kegiatan, dan indikator kinerja perangkat daerah, yang semuanya harus selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Seruyan.

Acara dihadiri oleh Prof.Dr.Lutfi Mutaali, Camat se Kabupaten Seruyan, Asisten, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Seruyan dan para undangan lainnya.

Dalam  kesempatan itu Bupati Seruyan  menekankan dalam sambutannya,  “Pentingnya forum ini sebagai sarana untuk menyelaraskan visi misi pembangunan daerah dan merumuskan kebijakan prioritas, “ucap nya.

“Tolong buat seluruh kepala perangkat daerah untuk mengidentifikasi isu strategis, menyelaraskan tujuan dan sasaran, menyepakati indikator kinerja, dan memastikan keterkaitan dengan RPJMD provinsi serta arah pembangunan strategis sektor, “pinta nya.

“Kita tidak boleh bekerja dalam sekat-sekat sektoral yang sempit. Pembangunan di Kabupaten Seruyan harus dilakukan secara kolaboratif, terintegrasi, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, “tegas Bupati Seruyan.

“Saya berharap RENSTRA yang dihasilkan nantinya bukan hanya sekadar dokumen formal, tetapi menjadi pedoman operasional yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, “imbau Wanda.

“Semoga nantinya seluruh perangkat daerah untuk bisa mencermati kembali rancangan RENSTRA, menyesuaikannya dengan RPJMD Kabupaten Seruyan 2025-2029, RPJMN, RPJMD provinsi, dan rencana strategis sektoral. Indikator kinerja yang disusun harus memenuhi kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), “pungkasnya.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page