MONITOR KALTENG, Palangka Raya — Setelah beberapa hari menjadi sorotan akibat antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya mulai berangsur normal. Pada Sabtu (9/5), antrean kendaraan yang sebelumnya mengular hingga berjam-jam dilaporkan mulai terurai di sejumlah titik SPBU.
Pemerintah bersama Pertamina Patra Niaga terus melakukan langkah cepat guna mengatasi kepadatan antrean dan memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani mengatakan pihaknya telah turun langsung memantau kondisi di lapangan sekaligus mengumpulkan seluruh pengelola SPBU di Kota Palangka Raya.
“Kami telah menyaksikan kondisi di wilayah Kota Palangka Raya, dan baru saja mengumpulkan seluruh SPBU untuk mengantisipasi serta menyikapi situasi yang terjadi saat ini,” ujarnya, Sabtu (9/5).
Sebagai langkah konkret, Pertamina mengoptimalkan pelayanan dengan mengoperasikan seluruh SPBU selama 24 jam. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk membantu mengurai antrean dan memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM dalam beberapa hari terakhir.
Selain itu, distribusi pasokan BBM juga diperkuat melalui Terminal BBM di Pulang Pisau serta dukungan tambahan melalui skema Regular Alternative Emergency (RAE) dari Terminal BBM Banjarmasin. Untuk memperlancar distribusi, Pertamina turut menyiagakan 54 persen armada mobil tangki guna melayani lebih dari 20 SPBU di Kota Palangka Raya.
“Kami berkomitmen bersama mitra untuk terus melayani masyarakat agar mendapatkan BBM dengan baik,” tambah Isfahani.
Dari sisi ketersediaan, Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Kalimantan Tengah dalam kondisi aman. Saat ini, stok Pertamax tercatat sekitar 1,17 juta kiloliter (KL), Pertalite lebih dari 3,3 juta KL, dan Biosolar sekitar 2,17 juta KL. Dengan jumlah tersebut, ketahanan stok dipastikan mencukupi hingga 11 hari ke depan.
Meski kondisi mulai membaik, Pertamina tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan konsumsi BBM di lapangan dan akan menyesuaikan distribusi secara fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat.
Terkait penyebab antrean panjang yang sempat terjadi, Isfahani menyebut pihaknya masih terus melakukan evaluasi. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok BBM dipastikan aman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Dalam kondisi panik, seolah-olah muncul kekhawatiran bahwa stok tidak tersedia, padahal sebenarnya aman,” jelasnya.
Pertamina juga menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas penyaluran BBM dengan memastikan pelayanan di SPBU berjalan optimal serta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan.
Sementara itu, kebijakan operasional SPBU 24 jam di sejumlah titik akan diberlakukan secara tentatif hingga situasi benar-benar kembali normal.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pertamina berharap distribusi BBM di Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah lain di Kalimantan Tengah yang sempat terdampak antrean panjang dapat kembali stabil serta kepercayaan masyarakat segera pulih.
(Redaksi)













