Example 728x250

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk Aparatur di Tengah Karhutla

MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan pangan kepada aparatur di lingkungan Pemprov Kalteng di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Sebanyak 4.000 paket sembako diserahkan kepada aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Penyerahan bantuan berlangsung di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (17/9/2026).

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi PNS Golongan I dan II, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), PPPK Paruh Waktu, serta tenaga outsourcing pada perangkat daerah di lingkup Pemprov Kalteng.

Bagi penerima, bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus meringankan pengeluaran rumah tangga, khususnya di tengah situasi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, perhatian pemerintah tidak hanya ditujukan kepada masyarakat secara luas, tetapi juga kepada aparatur yang setiap hari menjalankan tugas pelayanan publik.

“Pemerintah harus memperhatikan semuanya. Kita tidak boleh memikirkan diri sendiri. Apa yang sudah kita pimpin, harus kita perhatikan,” pesan Gubernur dalam arahannya.

Menurut Agustiar, bantuan pangan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus bagian dari upaya membantu menjaga daya beli kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga menyampaikan komitmen agar program pangan murah dan bantuan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala, dengan menyesuaikan kemampuan pemerintah daerah.

Selain bagi aparatur Pemprov Kalteng, dukungan pangan juga akan dilanjutkan bagi masyarakat di kabupaten dan kota. Penyaluran bantuan tersebut akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang turut terdampak kondisi karhutla.

Di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi, Agustiar meminta seluruh jajaran pemerintah tetap bekerja dengan semangat dan menjaga kebersamaan. Ia menekankan agar setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kebijakannya bagaimana masyarakat merasakan kebijakan kita semua ini. Itu tujuannya,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan aparatur agar bantuan yang diterima tidak mengurangi tanggung jawab dalam menjalankan pelayanan publik. Menurutnya, hak yang diterima harus diimbangi dengan kewajiban untuk bekerja secara disiplin, berkarakter, memiliki kompetensi, serta menjaga sikap dan etika.

“Pemerintahan ini adalah pelayanan. Kita abdi negara, negara abdi rakyat,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Gubernur kepada aparatur, khususnya mereka yang terdampak kondisi karhutla.

Ia mengingatkan seluruh penerima bantuan untuk tetap menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik. Bagi PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, evaluasi terhadap disiplin dan kinerja tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selain menerima bantuan, ada kewajiban yang harus dipenuhi. Hak dan kewajiban harus berjalan berimbang,” ungkap Linae.

Ia menegaskan, setiap aparatur memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan di perangkat daerah masing-masing. Karena itu, bantuan yang diberikan diharapkan dapat memperkuat semangat aparatur dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sebagai informasi, setiap paket bantuan berisi 5 kilogram beras, 2 kilogram minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam menghadapi dampak karhutla. Penanganan dampak bencana tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran, tetapi juga dengan memperhatikan kebutuhan dasar kelompok masyarakat yang terdampak.

Pemprov Kalteng juga mendorong semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar dukungan terhadap masyarakat maupun aparatur dapat terus diperkuat selama kondisi karhutla masih berlangsung. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page