MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – Sejumlah warga Kelurahan Bereng Bengkel, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, mempertanyakan keterbukaan data nama-nama penerima bantuan sosial (bansos) beras sebanyak 30 kilogram.(16/9/2026)
Warga mendatangi Kantor Kelurahan Bereng Bengkel untuk meminta penjelasan mengenai daftar penerima bansos. Mereka mempertanyakan dasar pendataan serta mekanisme penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Kekecewaan warga tersebut juga terekam dalam video berdurasi 16 detik yang beredar. Dalam video tersebut terlihat sejumlah warga menyampaikan protes dan mempertanyakan keterbukaan data penerima bansos.
Menurut keterangan warga, saat mereka meminta melihat daftar nama penerima, Yuyun, yang disebut sebagai tenaga honorer di Kantor Kelurahan Bereng Bengkel, menyampaikan bahwa daftar nama penerima tersebut tidak dapat diperlihatkan kepada warga.
Pernyataan tersebut kemudian memicu kekecewaan warga. Mereka mempertanyakan alasan daftar penerima tidak diperlihatkan serta meminta penjelasan mengenai mekanisme pendataan dan penetapan penerima bansos.
Persoalan keterbukaan informasi juga disoroti Ketua RT setempat. Ia mengaku pihak RT tidak mendapatkan informasi mengenai siapa saja warga yang tercatat sebagai penerima bansos beras tersebut.
“Kami sama sekali tidak diberitahukan siapa yang menerima beras tersebut, karena kami tidak dikabarkan,” ujar Ketua RT kepada media.
Menurut keterangan warga, tidak seluruh Ketua RT di wilayah Kelurahan Bereng Bengkel dilibatkan atau diundang dalam proses yang berkaitan dengan penyaluran bansos tersebut. Warga menyebut hanya RT tertentu yang diundang.
Kondisi tersebut semakin menjadi pertanyaan warga, terutama terkait mekanisme pendataan dan penetapan nama penerima. Warga meminta proses tersebut dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan maupun kecemburuan di tengah masyarakat.
Salah seorang warga, Isah, mengatakan warga hanya ingin mendapatkan kejelasan mengenai data penerima agar penyaluran bansos beras 30 kilogram dapat dipastikan tepat sasaran.
Warga juga menyoroti adanya sejumlah penerima yang menurut mereka perlu diverifikasi kembali kondisi ekonominya. Bahkan, warga menyebut terdapat penerima yang memiliki kendaraan roda empat.
Di sisi lain, warga menyebut masih terdapat beras bantuan yang tersisa dalam jumlah cukup banyak. Kondisi tersebut turut dipertanyakan warga, termasuk mengenai jumlah bantuan yang diterima, jumlah yang telah disalurkan, dan sisa beras yang masih tersedia.
Warga berharap pihak Kelurahan Bereng Bengkel memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pendataan penerima, mekanisme penyaluran, keterlibatan RT, serta alasan daftar nama penerima tidak diperlihatkan kepada warga.
(Redaksi)













