Example 728x250

ISPA Mengintai di Tengah Kabut Asap, Dinkes Seruyan Siagakan Obat, Masker dan Rumah Oksigen

MONITOR KALTENG, SERUYAN — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan memperingatkan kelompok masyarakat rentan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, dr. Riza Syahputra, mengatakan kelompok yang paling rentan terdampak ISPA akibat paparan kabut asap adalah lanjut usia (lansia), anak-anak terutama balita, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma.

Menurut Riza, kelompok tersebut memiliki risiko lebih tinggi karena daya tahan tubuh anak-anak masih berkembang, sementara lansia dan penderita gangguan pernapasan memiliki kondisi yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

“Kelompok yang rentan terdampak ISPA itu adalah lansia dan anak di bawah umur, terutama balita, karena imun atau daya tahan tubuhnya masih lemah. Kemudian orang yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma. Mereka inilah yang rentan terhadap risikonya,” ujar Riza saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).

Mengantisipasi dampak kabut asap Karhutla, Dinkes Seruyan telah mengambil sejumlah langkah, salah satunya dengan mendistribusikan masker kepada masyarakat melalui seluruh puskesmas.

Riza menjelaskan, pembagian masker dilakukan berdasarkan kebutuhan dan tingkat dampak di masing-masing wilayah. Perhatian khusus diberikan kepada kawasan hulu yang dinilai cukup terdampak kabut asap, termasuk Kecamatan Hanau, Rantau Pulut, dan Manjul.

“Kami membagi masker di setiap puskesmas yang terdampak. Kami menyediakan sesuai kebutuhan, terutama daerah hulu yang sangat terdampak seperti Hanau, Rantau Pulut, dan Manjul, yang daerah-daerahnya banyak perkebunan sawit,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya perlindungan awal bagi masyarakat agar paparan asap tidak semakin meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Di tengah kekhawatiran meningkatnya kasus ISPA, Dinkes Seruyan memastikan ketersediaan obat-obatan dan tenaga kesehatan dalam kondisi aman.

Riza mengatakan sistem pelayanan kesehatan terkait penanganan ISPA dilakukan melalui puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Seruyan. Selain itu, fasilitas rumah oksigen juga telah disiapkan di seluruh tempat pelayanan kesehatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Stok kebutuhan obat-obatan dan tenaga kesehatan sudah terpenuhi dan aman. Sistemnya juga melalui puskesmas-puskesmas. Kami juga memberikan rumah oksigen di semua tempat pelayanan untuk masyarakat. Insyaallah kami sudah menyiapkan itu semua dan aman,” tegas Riza.

Terkait kondisi kabut asap dan dampaknya terhadap dunia pendidikan, Riza mengatakan Dinkes Seruyan masih berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Pemerintah Kabupaten Seruyan.

Hingga saat ini, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi resmi mengenai perubahan kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran daring.

“Kami masih bekerja sama dengan pihak Dinas Pendidikan. Saat ini belum mengeluarkan surat rekomendasi atau edaran apakah dunia pendidikan harus sekolah daring atau tidak. Semua perlu koordinasi dengan pihak Pemda, baik Setda maupun Dinas Pendidikan,” katanya.

Riza menegaskan, kebijakan tersebut harus melalui koordinasi lintas sektor karena penanganan dampak kabut asap merupakan tanggung jawab pemerintah daerah secara bersama-sama.

“Kami satu komando dengan Bapak Bupati. Kami di bawah komando Bapak Bupati melalui Setda. Kami hanya menangani ISPA yang terjadi di daerah,” ujarnya.

Riza juga menyampaikan bahwa Dinkes Seruyan mendapat dukungan yang memadai dari pemerintah daerah, baik dalam pemenuhan tenaga, transportasi maupun sarana pendukung penanganan masyarakat terdampak kabut asap.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah ancaman Karhutla dan kualitas udara yang menurun.

“Selama ini pihak Pemda sangat cukup memberikan dukungan kepada Dinas Kesehatan, baik tenaga, transportasi pendukung maupun rumah oksigen. Sudah cukup memadai,” katanya.

Namun, Riza berharap kondisi kabut asap segera berakhir menyusul potensi hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

“Saya berharap kabut asap cepat berlalu. Informasi di Palangka Raya sudah ada turun hujan. Semoga nantinya di Kabupaten Seruyan, mulai Kuala Pembuang sampai daerah hulu, juga turun hujan sehingga kabut asap sirna dari Kabupaten Seruyan,” harapnya.

Dinkes Seruyan mengimbau masyarakat tidak menganggap remeh paparan kabut asap. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Riza menyampaikan dua langkah utama yang perlu dilakukan masyarakat selama kondisi kabut asap masih terjadi.

Pertama, masyarakat diminta mengurangi kegiatan di luar rumah yang sifatnya tidak terlalu penting atau mendesak.

Kedua, bagi masyarakat yang memang harus beraktivitas di luar rumah, diwajibkan menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap.

“Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker untuk keamanan. Masker bisa didapat atau diminta di puskesmas terdekat karena kami dari Dinas Kesehatan sudah memberikan masker ke seluruh puskesmas di Kabupaten Seruyan untuk masyarakat guna menghindari kabut asap akibat Karhutla,” pungkas Riza.(*As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page