MONITOR KALTENG, PALANGKA RAYA – BMKG Kalimantan Tengah memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir, kilat, dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalteng pada Jumat (23/05/2026) hingga Minggu (25/05/2026). Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat di berbagai daerah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Agung Sudiono Abadi, menyampaikan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi dalam waktu singkat.
“Pertumbuhan awan hujan aktif berpotensi memicu hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama di wilayah dengan kelembapan udara tinggi dan pembentukan awan konvektif,” ujarnya.
Wilayah yang masuk daftar kewaspadaan meliputi Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Sukamara, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, dan Pulang Pisau.
BMKG menyebut ancaman hidrometeorologi tidak hanya berpotensi terjadi di wilayah pesisir dan dataran rendah. Risiko juga dapat muncul di kawasan perkotaan, daerah aliran sungai, wilayah hulu, hingga kawasan perbukitan.
Daerah yang memiliki permukiman di sekitar sungai dan rawa diminta mewaspadai banjir serta genangan. Wilayah seperti Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya, dan Palangka Raya dinilai rentan mengalami luapan air saat hujan berlangsung dalam durasi panjang.
Sementara itu, wilayah hulu dan perbukitan seperti Katingan bagian utara, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Lamandau bagian hulu, dan Seruyan bagian hulu diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor dan akses jalan terputus.
“Hujan lebat dapat membuat kondisi tanah menjadi labil, terutama di jalur dekat lereng, tebing, dan ruas penghubung antarkecamatan,” kata Agung.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir, membersihkan saluran drainase di sekitar rumah, serta menghindari perjalanan pada ruas jalan rawan banjir dan longsor.
Selain ancaman cuaca ekstrem, Kalimantan Tengah juga menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan saat memasuki periode cuaca kering. Data BNPB dalam Buletin Info Bencana April 2026 mencatat luas karhutla di Kalteng sejak 1 Januari hingga 29 April 2026 mencapai sekitar 429,04 hektare.
Pemerintah daerah dan BPBD kabupaten/kota diminta memperbarui pemetaan titik rawan bencana, mulai dari drainase tersumbat, bantaran sungai, kawasan rawan longsor, hingga wilayah rawan karhutla. Langkah itu dinilai penting agar peringatan dini cuaca dapat diikuti tindakan mitigasi di lapangan.













