Example 728x250

Satu Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Ditemukan Tewas Mengapung,Jasad Brida Novandri

MONITOR KALTENG, KATINGAN – Satu dari dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang sebelumnya dilaporkan hilang usai bentrokan saat operasi penangkapan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazah ditemukan warga mengapung di kawasan Desa Tumbang Lahang, Kabupaten Katingan, Sabtu (4/7/2026). Korban kuat diduga merupakan Aiptu Sumariyanto. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas jenazah tersebut.

Tim dari Polda Kalimantan Tengah bersama Basarnas dilaporkan telah menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi.

Sebelumnya, operasi penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika jenis sabu yang dilakukan Satresnarkoba Polres Katingan pada Kamis (2/7/2026) dini hari berujung bentrokan dengan sejumlah warga.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas setelah mengalami luka bacok parah di bagian kepala. Sementara itu, dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dilaporkan hilang dan menjadi fokus pencarian tim gabungan.

Sejumlah personel lainnya, yakni Bripka Jhon, Briptu Dedi, Briptu Kristian, Bripda Ferdy, dan Bripda Eko, berhasil menyelamatkan diri dan telah dievakuasi.

Peristiwa bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Menindaklanjuti informasi tersebut, Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penangkapan terhadap dua terduga pelaku berinisial BIO dan BUSU, dengan BIO sebagai target utama.

Saat proses penangkapan berlangsung, situasi berubah ketika beberapa pria diduga menyerang petugas menggunakan parang. Dalam kondisi terancam, polisi melepaskan tembakan peringatan. Namun karena serangan terus berlanjut, petugas mengambil tindakan tegas terukur yang mengakibatkan seorang warga bernama Teriyo (40) meninggal dunia.

Kematian Teriyo memicu kemarahan keluarga dan puluhan warga. Massa yang membawa senjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan mengepung personel kepolisian. Dalam kondisi terdesak, anggota berusaha menyelamatkan diri dengan berpencar, sebagian melarikan diri ke hutan dan sebagian lainnya menceburkan diri ke sungai.

Sementara itu, upaya penegakan hukum terus dilakukan. Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah telah menangkap seorang pria berinisial A yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan. Proses pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus berlangsung.

Hingga saat ini, pencarian terhadap Bripda Nopandri Ramadhana juga masih dilakukan oleh tim gabungan. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru proses identifikasi jenazah yang ditemukan di Desa Tumbang Lahang maupun hasil pencarian personel yang masih hilang.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page