Example 728x250

Proyek Jalan di Ray 4 Mantaren I Diduga Asal-Asalan, Dinas PUPR Pulang Pisau Diminta Tidak Tutup Mata

Foto: Saprudin Pulang Pisau.

Pulang Pisau-Monitorkalteng.co.id/Pekerjaan peningkatan jalan di Ray 4, Desa Mantaren I, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, proyek tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan tidak rapi, sehingga menimbulkan tanda tanya besar mengenai kualitas pekerjaan serta pengawasan dari pihak terkait.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa permukaan jalan yang baru selesai dikerjakan tampak tidak rata, bergelombang, dan banyak bagian yang tidak padat sempurna. Kondisi ini membuat warga kecewa dan menilai bahwa proyek tersebut seolah-olah hanya dikerjakan untuk mengejar waktu tanpa memperhatikan mutu pekerjaan.

“Kalau dilihat langsung, jelas sekali dikerjakan asal jadi. Tidak rapi sama sekali. Padahal ini jalan yang sering digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari,”hasil pantauan kami dari awak media,15/10/2025).

Lebih mengejutkan lagi,dari pantauan kami, dari awal mualai kerja tidak ada papan nama proyek yang memuat informasi pelaksana kegiatan seperti nama CV atau kontraktor, sumber anggaran, serta nilai proyek. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa proyek tersebut tidak dikerjakan secara transparan sebagaimana mestinya.

“Biasanya ada papan proyek biar masyarakat tahu siapa yang kerja dan dari anggaran mana. Tapi ini tidak ada. Jadi kami bingung, CV mana yang melaksanakan?” tambah warga lain.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulang Pisau, Iwan Hermawan, saat hendak dikonfirmasi oleh awak media, tidak memberikan tanggapan. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp, yang bersangkutan tidak pernah mengangkat ataupun membalas pesan hingga berita ini diterbitkan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, khususnya Dinas PUPR, segera turun ke lokasi untuk memeriksa pekerjaan tersebut dan memberikan penjelasan kepada publik. Mereka meminta agar proyek pembangunan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan spesifikasi teknis agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.

“Jangan tutup mata. Kalau memang ada kekeliruan, harus diperbaiki. Jangan biarkan pekerjaan asal-asalan merugikan masyarakat,”Tutupnya

Pewarta:Saprudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page