KUALA PEMBUANG// -Peristiwa kekerasan yang dialami oleh Penjabat Kepala Desa Selunuk di dalam lingkungan resmi Pemerintah Kecamatan Seruyan Raya kabupaten Seruyan yang terjadi pada Selasa, 10 Juni 2025, menyisahkan permasalahan dan berakhir berurusan kepada pihak yang berwajib dan mengakibatkan berbuntut panjang.
Pj.KaDes Selunuk Catur Wahyu Widodo mengklarifikasi kronologi pemberitaan dimedia atas peristiwa yang sedang dialaminya, saat menghubungi awak media melalui aplikasi Whatsapp, sekitar Pukul 16 : 09.Wib, Rabu 18/6/2025.
Bapak Catur Wahyu Widodo selaku pj.kades Selunuk menjelaskan kronologis kejadian yang sedang menimpanya dengan gamblang kepada Awak Media.
“Awal cerita tepatnya dihari Selasa tanggal 10/6/2025 yang lalu sekitar Pukul 07:30 Wib. datanglah seorang staf kecamatan yang bernama Rimba kerumah saya, dan menyampaikan bahwa Saya diundang untuk menghadap Pak Camat,” ucap Catur.
“Karena saat itu saya masih ada kegiatan Desa maka saya sampaikan kepada sdr. Rimba selesai kegiatan ini saya akan datang memenuhi undangan pak Camat, setelah itu sdr. Rimba kembali kekantor,” jelas Plt.Kades.
“Selanjutnya setelah itu saya pergi ke kantor Desa untuk menyelesaikan pekerjaan, tak lama berselang ada telpon Ibu Erlawati Sekretaris Camat (SeCam) Seruyan Raya menyampaikan agar saya datang ke Kantor Kecamatan karena Pak Camat Abdi Radhiyanie memanggil dalam rangka Mediasi masalah saya sama sdr. Nusairi,” Kata catur.
“Saat itu saya katakan kepada Bu Erlawati bahwasanya saya belum bisa hadir karena ingin menyelesaikan kerjaan Desa yaitu Pembagian Bantuan BLT DD dan sedikit membagikan gajih Guru yang bermasalah,” tuturnya.
“Selanjutnya setelah kerjaan Desa selesai saya diantar oleh sdr. Ananta memenuhi panggilan tersebut, dan tiba di kantor Camat sekitar pukul 10:00 WiB, disitu saya lihat ada pa Camat tetapi sedang melakukan kegiatan. kemudian saya berinisiatif memberitahu kepada Ibu SekCam bahwa saya posisi sudah berada di kantor kecamatan, dijawab oleh Ibu SekCam untuk tunggu saja dikantor, ” Jelas Catur.
“Tak lama berselang datanglah Kasi Pemerintahan sdr. Jainal Arif kemudian diarahkan saya untuk masuk ke ruangan Pemerintah Desa (PemDes) disitu saya bertemu dengan sdr. Nusairi dan sempat berjabat tangan,” tambahnya.
“Sebelum Kasi pemerintahan pak Jainal Arif membuka pembicaraan Mediasi, sdr.Nusairi langsung berdiri dan Melakukan tindakan pemukulan terhadap saya, sebanyak empat kali pada bagian wajah dekat pelipis kiri mata, pemukulan itu meakibatkan memar pada wajah dan kacamata yang saya pakai pecah, saat insiden tersebut terjadi saya masih dalam kondisi posisi duduk, ” Ungkap kades.
“Itulah Kronologis yang terjadi sesungguhnya sesuai dengan pelaporan saya kepada pihak yang berwajib yaitu Kapolsek Danau Sembuluh pada tanggal 16/6/2025,” Pungkas Pj. Kades Catur .(“As)













